Akun Twitter yang Diberangus Lebih Banyak dari yang Dilaporkan?

Kompas.com - 19/07/2018, 07:04 WIB
Logo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS. istLogo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS.


KOMPAS.com
- Sejak akhir 2017 lalu, Twitter mulai agresif memberangus akun abu-abu, setelah diduga memiliki hubungan dengan Rusia, terkait hasil Pilpres AS 2016.

Pada Oktober 2017 lalu, Twitter dilaporkan menutup 15 juta akun, disusul 25 juta akun lagi pada Desember 2017. Dengan jumlah tersebut, seharusnya hanya ada 40 juta akun saja yang ditutup selama periode Oktober hingga Desember 2017.

Namun, menurut laporan Associated Press, pada kuartal IV-2017, total akun yang ditutup Twitter ternyata mencapai 58 juta akun. Angka tersebut dihasilkan dari aksi bersih-bersih akun mencurigakan dan akun jahat yang sedang digalakkan Twitter.

Minggu lalu, dilaporkan Washington Post, Twitter juga menutup 70 juta akun pada Mei dan Juni 2018. Penutupan akun secara besar-besaran ini menimbulkan kekhawatiran akan pengaruhnya terhadap pengguna Twitter sekaligus para investor.

Baca juga: Siap-siap, Jumlah Follower di Twitter Bakal Berkurang

Menurut laporan Associated Press, pembersihan akun berasal dari "firehouse" Twitter, sebuah data stream berbayar yang biasa digunakan oleh para akademisi, perusahaan, dan lainnya.

Twitter memang sedang berusaha menjadi platform yang lebih sehat. Penutupan jutaan akun menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas informasi di platform itu. Twitter harus bekerja keras untuk menghapus akun palsu, bot, informasi keliru, dan berbagai kejadian membahayakan.

Dilansir KompasTekno dari ABC News, Kamis (19/7/2018), Twitter menolak untuk mengomentari penemuan data ini. Petinggi Twitter hanya menjawab diplomatis jika pembersihan platform menjadi prioritas Twitter, meski akan berdampak pada beberapa pengguna.

Twitter mengatakan pada April lalu memiliki 336 juta pengguna aktif bulanan (MAU). Akun aktif didefinisakn sebagai akun yang setidaknya pernah log-in satu kali dalam 30 hari. Sementara akun yang ditutup Twitter adalah akun yang tidak pernah log-in, setidaknya dalam sebulan terakhir.

Sehingga, Twitter mengklaim penghapusan akun tidak memengaruhi jumlah pengguna, yang naik 3 persen dari tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ABCNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X