Sistem Operasi Penerus Android, Sungguhan atau Cuma Mainan?

Kompas.com - 23/07/2018, 17:05 WIB
Ilustrasi dfkDGSNIlustrasi

KOMPAS.com - Sekitar dua tahun lalu, Google diam-diam membocorkan kode sistem operasi (operating system, OS) bernama Project Fuchsia OS ke repositori GitHub. Kemudian pada tahun lalu, muncul sistem antarmuka bawaan OS tersebut dengan julukan "Armadillo".

Namun informasi tentang Fuchsia kemudian berhenti di situ, tidak ada informasi lain soal Fuchsia OS lagi, hingga akhirnya, kabar terbaru muncul baru-baru ini.

Sebuah laporan yang beredar di internet menyebutkan, tim proyek Fuchsia ingin menjadikan sang OS sebagai sistem operasi independen yang bisa menyatu dengan semua perangkat Google, menggantikan Android, Chrome OS, dan menjadi otak dari Google smart home sekaligus.

Google konon menargetkan dalam tiga tahun ke depan, semua perangkat rumah pintar akan dijalankan dengan OS Fuchsia sebelum menyebar ke perangkat mobile, seperti laptop dan ponsel lima tahun mendatang.

Baca juga: Cerita OS Android yang Pada Mulanya Diciptakan Bukan untuk Smartphone

Jika benar meluncur, Fuchsia OS bisa menjadi jalan keluar Google soal isu keamanan yang rentan di Android OS atau Chrome OS selama ini. Pasalnya, keamanan disebut menjadi inti dari Fuchsia.

Proyek "mainan"?

Namun agaknya Fuchsia OS masih jauh dari harapan. Sebab, dilansir KompasTekno dari Cnet, Senin (23/7/2018), CEO Google, Sundar Pichai maupun bos Android dan Chrome, Hiroshi Lockheimer dikabarkan masih belum memberikan restu untuk proyek ini.

Antarmuka Fuchsia berupa daftar yang bisa digulir secara vertikan dan berisi kartu serupa Google Now.ArsTechnica Antarmuka Fuchsia berupa daftar yang bisa digulir secara vertikan dan berisi kartu serupa Google Now.

"Fuchsia hanyalah satu dari berbagai percobaan proyek open-source Google. Kami belum bersedia memberikan detail lain tentang proyek tersebut saat ini," jelas Google.

Itu artinya, rencana jangka waktu proyek Fuchsian masih abu-abu. Google juga masih belum memastikan kapan dan untuk perangkat apa saja Fuchsia OS akan ditujukan.

Ide untuk mengganti Android mungkin cukup sulit, mengingat OS tersebut sangat mendominasi pasar smartphone saat ini.

Gosipnya, proyek Fuchsia hanyalah proyek "mainan" para pegawai senior Google agar mereka tetap sibuk dan tidak keluar dari perusahaan raksasa tersebut lalu berpindah ke perusahaan kompetitor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNET
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X