Kamera Smartphone Kini Tembus 48 Megapiksel, Buatan Sony

Kompas.com - 24/07/2018, 11:12 WIB
Ilustrasi sensor kamera smartphone Sony. SonyIlustrasi sensor kamera smartphone Sony.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Perlombaan megapiksel agaknya masih belum usai di ranah smartphone. Sony, pabrikan sensor kamera terbesar, pekan ini baru saja memperkenalkan sensor kamera baru dengan resolusi mencapai 48 megapiksel (8.000 x 6.000, aspect ratio 4:3).

Sensor bernama IMX586 tersebut diklaim memiliki "jumlah pixel terbanyak", bahkan mengalahkan resolusi sensor kamera mirrorless full-frame A7R Mark III bikinan Sony sendiri yang sebesar 42 megapiksel.

Namun, karena dimaksudkan untuk smartphone, ukuran fisik dan tiap fotodioda (pixel) pada IMX586 jauh lebih kecil dibandingkan sensor kelas DSLR atau mirrorless.

Tiap fotodioda berukuran 0,8 mikron sehingga ke-48 juta pixel itu bisa dimampatkan dalam sensor berukuran 1/2 inci (diagonal 8mm).

Seperti tampak dalam ilustrasi gambar di bawah, IMX586 diklaim sanggup menangkap gambar lebih tajam dibandingkan sensor kamera smartphone konvensional beresolusi 12 megapiksel.

Perbandingan ketajaman sensor kamera smartphone 48 megapiksel Sony IMX586 dibandingkan sensor 12 megapiksel konvensional.Sony Perbandingan ketajaman sensor kamera smartphone 48 megapiksel Sony IMX586 dibandingkan sensor 12 megapiksel konvensional.

Resolusi tinggi dan ukuran pixel nan mungil biasanya identik dengan hasil jepretan low-light yang buruk karena tiap fotodioda hanya memiliki area kecil untuk menangkap cahaya.

Namun, seperti dirangkum KompsTekno dari Engadget, Selasa (24/7/2018), Sony turut mengklaim bahwa IMX586 mampu menghasilkan foto bagus dalam kondisi kurang cahaya sekalipun.

Ini karena sang sensor menggunakan filter warna Quad Bayer yang bisa menggabungkan empat piksel mejadi satu. Resolusinya akan diturunkan menjadi 12 megapiksel (48 dibagi 4), tapi jepretan low-light IMX586 disebut bakal "terang dan dengan sedikit noise".

Mirip sensor kamera di Huawei P20 Pro

Lewat teknik Quad Bayer ukuran efektif tiap pixel di IMX586 juga meningkat jadi 1,6 mikron, lebih besar dari ukuran pixel di sensor kamera Google Pixel 2 XL yang sebesar 1,4 mikron.

Quad Bayer array bisa dibilang mirip dengan teknologi Pixel Fusion di smartphone P20 Pro besutan Huawei, yang juga memiliki sensor dengan resolusi tinggi sebesar 40 megapiksel.

Close up ketiga kamera di punggung Huawei P20 Pro. Di sisi tengah adalah kamera utama dengan resolusi 40 megapiksel (quad bayer array, resolusi normal 10 megapiksel) berlensa 27mm f/1.8. Di sisi kanan adalah kamera telephoto 8 mgepiksel berlensa 80mm f/2.4 OIS. Sementara, di sisi kiri yang berdiri sendiri adalah kamera monokrom 20 megapiksel berlensa 27mm f/1.6. Hanya kamera telephoto yang dilengkapi peredam goyangan (OIS), tapi Huawei menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meredam goyangan di sejumlah mode foto kamera utama.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Close up ketiga kamera di punggung Huawei P20 Pro. Di sisi tengah adalah kamera utama dengan resolusi 40 megapiksel (quad bayer array, resolusi normal 10 megapiksel) berlensa 27mm f/1.8. Di sisi kanan adalah kamera telephoto 8 mgepiksel berlensa 80mm f/2.4 OIS. Sementara, di sisi kiri yang berdiri sendiri adalah kamera monokrom 20 megapiksel berlensa 27mm f/1.6. Hanya kamera telephoto yang dilengkapi peredam goyangan (OIS), tapi Huawei menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meredam goyangan di sejumlah mode foto kamera utama.

P20 Pro diketahui menggabungkan empat piksel menjadi satu dengan resolusi akhir 10 megapiksel, tapi bisa menghasilkan jepretan 40 megapiksel apabila diinginkan. Bahkan, gosipnya, sensor kamera di Huawei P20 Pro tak lain juga buatan Sony dengan nama IMX600.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Ponsel 3 Kamera Belakang Huawei P20 Pro

Kembali ke IMX586, Sony turut menjanjikan perekaman video 4K (4.096 x 2.160 piksel) dengan frame rate 90 FPS, serta full HD dengan frame rate hingga 240 FPS.

Unit sample dari IMX586 dijadwalkan mulai tersedia pada September mendatang, tapi waktu kehadirannya di produk smartphone masih belum jelas.

Sony biasanya lebih dulu menanam sensor kamera terbaru di produk bikinannya sendiri. Jadi IMX586 mungkin akan melakukan debut di seri smartphone kelas atas Sony Xperia XZ.

Kendati smartphone bikinannya sendiri terbilang tidak populer, sensor kamera Sony merajalela di aneka smartphone bikinan pabrikan lain. Kamera-kamera DSLR dan mirrorless di luar merk Sony pun banyak memakai sensor sang pabrikan.

Laporan firma riset Gartner mengatakan bahwa Sony menguasai 46 persen pangsa pasar sensor kamera smartphone pada 2017 lal, disusul oleh Samsung dengan kisaran 19 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X