Twitter Masih Saja Blokir Pengguna Dewasa yang Daftar Saat Bocah

Kompas.com - 25/07/2018, 14:08 WIB

KOMPAS.com - Beberapa bulan lalu, layanan mikroblog Twitter menerapkan kebijakan baru soal batas usia. Kini tak boleh lagi ada pengguna yang usianya di bawah 13 tahun.

Twitter pun melakukan pembersihan akun, tetapi keluhan muncul bertubi-tubi. Beberapa pengguna sesumbar akunnya diblok dengan alasan “di bawah umur” padahal usia mereka jauh di atas 13 tahun.

Pada Juni lalu, Twitter mengaku ada kesalahan pada sistemnya yang membuat akun otomatis terblokir jika pengguna teridentifikasi berusia di bawah 13 tahun ketika pertama kali mendaftar.

Mekanisme ini tentu tak valid, sebab banyak yang dulu memang mendaftar ketika usia mereka di bawah 13 tahun, tetapi kini sudah melebihi batas tersebut.

Twitter berjanji bakal memperbaiki kesalahannya dan memulihkan akun-akun yang salah sasaran. Namun nyatanya hingga kini keluhan pengguna tak berhenti membanjiri ranah maya.

Salah satu yang mengeluh adalah Tom Maxwell. Remaja berusia 22 tahun itu mengatakan selama ini gagal mengisi tanggal ulang tahunnya. Pekan lalu ia akhirnya bisa mengisinya, tetapi malah diblokir.

“Selama bertahun-tahun, jika saya memilih tahun kelahiran 1996, hanya akan muncul warna abu-abu yang artinya tak bisa. Pekan lalu saya bisa memilih tahun itu, untuk kemudian diblokir oleh Twitter dengan alasan di bawah umur,” ia menjelaskan.

Twitter menolak berkomentar secara resmi soal sistemnya yang masih saja salah sasaran. Menurut sumber dalam, Twitter tak punya tool untuk mengidentifikasi usia 13 tahun secara valid.

Alhasil, pengguna yang memperbarui usia kelahirannya, lantas ketahuan telah menggunakan Twitter sebelum 13 tahun, akan turut ditangguhkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (25/7/2018), dari TheVerge.

Baca juga: Facebook dan Instagram Bakal Blokir Pengguna Usia di Bawah 13 Tahun

Diketahui, kebijakan batas usia 13 tahun ini diberlakukan Twitter untuk mematuhi aturan General Data Protection Regulation (GDRP) oleh Uni Eropa. Platform yang tak memenuhi ketetapan GDRP tersebut bakal didenda.

Bisa jadi Twitter panik dan kelabakan dengan aturan baru tersebut. Kita tunggu saja kapan Twitter akan benar-benar membereskan sistemnya dan tak merugikan pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.