Google Docs Akhirnya Punya Fitur Pengoreksi Tulisan

Kompas.com - 26/07/2018, 10:26 WIB
Google mengumumkan pemakaian logo baru pada Selasa (2/9/2015). GoogleGoogle mengumumkan pemakaian logo baru pada Selasa (2/9/2015).
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Meski praktis, aplikasi word processor berbasis cloud, Google Docs, tak memiliki fungsi koreksi tatabahasa (grammar). Fitur yang lama ditunggu tersebut akhirnya resmi hadir di Docs dan diumumkan oleh Google pekan ini.

Fitur grammar suggestions awalnya akan diterapkan di akun bisnis G-Suite, sebelum diperluas ke semua pengguna Google Docs menjelang akhir 2018.

Fitur pengecekan tatabahasa sebenarnya sudah lama tersedia di program word processor konvensional, misalnya suite software Office besutan Microsoft. Namun implementasi Google di Docs agak berbeda karena seluruhnya mengandalkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI).

“Kami mengadopsi pendekatan koreksi tatabahasa yang sangat efektif, dengan basis machine translation,” ujar VP Google untuk G Suite, David Thacker, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Kamis (26/7/2018).

Pengecekan grammar di Google Docs ini berlaku untuk bahasa Inggris. Cara menggunakannya ada dua. Pertama adalah dengan mengaktifkan saran grammar otomatis ketika mengetik. Saat Docs mendeteksi kesalahan tatabahasa, sebuah garis bawah warna biru akan ditambahkan di kalimat yang bermasalah.

Ilustrasi fitur grammar suggestion berbasis AI di Google Docs. Google Ilustrasi fitur grammar suggestion berbasis AI di Google Docs.

“Anda kemudian bisa melakukan klik kanan untuk melihat anjuran kalimat perbaikan, atau mengabaikannya saja,” tulis Google dalam sebuah posting blog.

Cara kedua adalah dengan menjalankan fungsi “spelling and grammar check” dari menu tools di Docs. Kesalahan pengejaan dan tatabahasa di keseluruhan tulisan akan ditandai.

Lantaran berbasis AI yang bisa terus “belajar”, Google mengklaim kemampuan pengecek tatabahasa besutannya akan terus meningkat apabila sering dipakai.

Selain Docs, Google belakangan turut menerapkan kecerdasan buatan besutannya di layanan-layanan lain. Layanan Gmail, misalnya, kebagian fitur Smart Reply dan Smart Compose berbasis AI yang bisa menulis e-mail balasan secara otomatis.

Baca juga: Resmi, Gmail Hadir dengan Wajah Baru yang Lebih Berwarna

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber TechCrunch
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X