Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aplikasi Penambang Bitcoin dkk Dilarang Majang di Google Play Store

Kompas.com - 27/07/2018, 17:28 WIB

KOMPAS.com - Google siap ikuti jejak Apple untuk memblokir aplikasi yang berkaitan dengan penambangan bitcoin dkk.

Sesuai pembaruan kebijakan pengembang Play Store, semua aplikasi berbau mata uang digital atau cryptocurrency, akan otomatis dilarang majang di Google Play Store.

Meski begitu, aplikasi yang menjalankan penambangan cryptocurrency dari jarak jauh masih diperbolehkan.

Aplikasi tersebut biasanya digunakan untuk mengkalkulasi mata uang digital.
Sebab, penambangan cryptocurrency membutuhkan penyelesaian matematika yang amat komplek untuk memverifikasi transaksi di blokchain.

Tak hanya aplikasi penambang blockchain saja, Google tampaknya ingin membuat Google Play Store menjadi lebih bersih dari akun negatif.

Baca juga: Twitter Sempat Tutup Akun Bitcoin, Ada Apa?

Termasuk aplikasi yang ditujukan bagi anak-anak tapi mengandung konten seksual. Jika ada aplikasi yang menampilkan gambar pelecehan seksual anak-anak, Google akan menindak para pengembang dan distributor terkait dengan menyeret ke ranah hukum. Google juga akan menghapus semua akun Google para pelaku.

Konten yang mengandung seksualitas seperti mempromosikan mainan seks juga akan dilarang. Begitu pula aplikasi yang menyebarkan ujaran kebencian, kekerasan, menyakiti diri sendiri, serta berbagai macam tindakan diskriminasi.

Aplikasi dari organisasi teroris yang menunjukan instruksi pembuatan bahan peledak, amunisi senjata dan lainnya juga dilarang. Semua aplikasi yang berhubungan dengan senjata api dan aksesorinya, akan dibatasi oleh Google.

Google pun tidak akan mentolerir daftar aplikasi yang mengambil untung dari fenomena bencana alam, kematian, atau tragedi lain termasuk aplikasi yang berkaitan dengan perundungan.

Aplikasi yang mengharuskan penggunanya mengklik iklan lebih dulu dan mengoleksi data pengguna tanpa memberitahukan ke pengguna sebelumnya, juga akan dilarang di Google Play Store.

Baca juga: Uniknya App Store dibanding Google Play, Unduhan Sedikit Untung Banyak

Segala aplikasi palsu yang meniru aplikasi asli yang sudah ada di Google Play Store, tanpa menambahkan user experience baru, juga bakal dilarang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Jumat (27/7/2018).

Google juga akan melarang aplikasi yang meniru seseorang atau organisasi yang menyembunyikan tujuan tertentu dibalik pembuatannya dan aplikasi yang mendukung aktivitas perdagangan obat-obatan terlarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.