Kompas.com - 27/07/2018, 18:54 WIB

KOMPAS.com - Akhir pekan ini, bumi akan disuguhkan fenomena gerhana bulan total (GBT) atau bulan darah terlama abad ini. Pasalnya, durasi keseluruhan gerhana bulan adalah 6 jam 14 menit dan hanya akan terjadi lagi 100 tahun mendatang, tepatnya pada tanggal 9 Juni 2123.

Meski ukuran bulan yang terlihat mata telanjang tak sebesar super blue blood moon Januari lalu, namun GBT kali ini juga istimewa.

Justru karena ukurannya lebih kecil, GBT ini lebih istimewa karena fase purnama bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya yang dikenal dengan istilah "Minimoon".

Bulan juga akan menampakan paras warna kebiruan, meskipun disebut blood moon atau bulan darah yang identik dengan kemerahan.

"Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar astronom amatir, Marufin Sudibyo.

Baca juga: Keramaian Warga Twitter di Indonesia saat Super Blue Blood Moon

Keindahan GBT kali ini ditambah dengan kemunculan planet Mars di langit Indonesia. Tepat saat gerhana kali ini, planet Mars berada di posisi terdekat dengan bumi dalam 15 tahun terakhir. Tak hanya planet Mars, GBT kali ini juga dihiasi dengan hujan metero Piscis Austrinids yang tergolong hujan metero periodik.

Di Indonesia, awal gerhana akan terjadi pada Sabtu (28/7/2018) pukul 00.15 WIB, dan mulai terlihat secara kasat mata pada pukul 01:24 WIB, tepat saat bayangan inti (umbra) bersentuhan dengan cakram Bulan.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 03:22 WIB dengan durasi total 1 jam 43 menit.

Bisa ditonton via streaming video

Fenomena langka tersebut jelas sangat sayang untuk dilewatkan. Sayangnya, semakin ke arah timur Indonesia, pengamatan GBT semakin singkat karena fase gerhana masih berlangsung hingga Bulan terbenam.

Namun saluran live streaming bisa menjadi solusi jika ingin menyaksikan proses GBT secara penuh, apalagi jika terhalang kondisi langit berawan.

Seperti biasa, badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menyediakan siaran langsung GBT melalui tautan berikut. Setelah terbuka, pilih kolom "Public", lalu ubah keterangan zona waktu di kolom "TV Schedule" menjadi GMT+7 agar sesuai dengan waktu Indonesia barat.

Tayangan GBT di situs NASA akan dimulai pukul 22:00 WIB. Bisa juga melalui kanal resmi NASA melalui tautan berikut.

Masih dari YouTube, fenomena ini juga bisa disaksikan melalui kanal Timeanddate di tautan ini. Kanal tersebut akan memulai live streaming pukul 01.00 WIB dini hari.

Di Indonesia, Badana Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga akan menayangkan secara langsung GBT Blood Moon.

Dari keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (27/7/2018), BMKG akan melakukan pengamatan di lebih dari 20 lokasi wilayah Indonesia. Untuk menyaksikan GBT, bisa mengakses tautan berikut.

Siaran langsung akan dimulai pukul 21:00 WIB. Dalam lama tersebut, BMKG sudah memplotong kanal sesuai daerah yang diinginkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BMKG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.