Kompas.com - 29/07/2018, 12:07 WIB

SEATTLE, KOMPAS.com - Drone buatan mahasiswa Indonesia yang belajar di Manchester University, dipamerkan di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, AS pada ajang Imagine Cup 2018 yang berlangsung 23-15 Juli 2018.

Drone tersebut memiliki fungsi untuk membantu petani dan perusahaan perkebunan, dalam hal penyemprotan pupuk atau pestisida (pembasmi hama). Walau masih dalam bentuk purwarupa, namun drone ini telah menarik minat dari berbagai perusahaan perkebunan, Kementerian Pertanian, bahkan oleh e-commerce Tanah Air.

"Ini masih purwarupa, nanti kami kembangkan lagi lebih besar yang bisa bawa muatan pupuk lebih banyak lagi," kata M. Randi Ritvaldi, perancang sekaligus cofounder Beehive Drones, startup yang didirikannya bersama Albertus Gian, Ishak Hilton, dan Anindita Suteja.

Drone penebar pupuk dalam pengamatan KompasTekno, memiliki enam lengan baling-baling (hexacopter) dengan wadah (kontainer) di bawah bodi utamanya untuk mengangkut pupuk.

Di dalam bodi drone terdapat komputer, antena receiver, baterai, dan sensor-sensor yang dibutuhkan, seperti gyro dan sensor proximity. Selain itu ada pula kamera untuk kebutuhan surveillance dan tentu saja fixed landing gear.

Tim BeeHive Drones melengkapi komputer drone dengan sistem kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence). Teknologi AI berguna untuk melakukan kalkulasi, bagaimana cara menyemprot pupuk, atau pembasmi hama secara efisien.

Pupuk atau pestisida dipompa dari dalam kontainer ke sebuah selang yang menjulur ke masing-masing enam lengan drone. Jumlah semprotan yang dikeluarkan dikalkulasi oleh komputer.

Dipadukan dengan data ketinggian, kecepatan, kondisi tanah, dan sebagainya, sehingga didapat pola penerbangan yang efisien untuk menyemprotkan pupuk/pestisida, baik dari segi waktu maupun biaya. Data pertanian yang dikumpulkan oleh BeeHive Drones pun dijamin keamanannya, tidak dibagikan ke pihak lain.

Coding membuat kecerdasan buatan yang bisa mengkalkukasi efisiensi penyemprotan pupuk/pestisida inilah yang menjadi tugas Ishak.

Sementara menurut Albertus, CEO Beehive Drones, untuk lahan satu hektar, jika biasanya petani membutuhkan biaya Rp 1 juta untuk pupuk/pestisida, maka dengan solusi drone miliknya itu hanya butuh sekitar Rp 700.000, atau lebih hemat sekitar 30 persen.

Dari segi waktu, Albertus mengklaim jika biasanya butuh waktu satu jam untuk menyemprot satu hektar lahan dengan tenaga manusia, maka drone miliknya hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Dalam model bisnis yang dipaparkan oleh Anindita, drone "diparkir" di stasiun drone yang berada di tengah-tengah kawasan pertanian. Para petani atau pemilik sawah bisa mendaftarkan sawah mereka di aplikasi mobile, memilih layanan perawatan, dan membayar layanan itu lewat aplikasi yang sama.

Setelah terkonfirmasi, drone ini akan terbang tanpa perlu awak untuk mengontrolnya ke sawah yang memesan layanan.

"Penyemprotan pupuk dan pestisida bisa lebih efisien, misalnya kalau bagian ini hanya butuh 30 persen penyubur tapi ladang sebelahnya butuh 50 persen, maka drone akan menyemprot sesuai yang dibutuhkan," ujar Anindita.

Kini, Albertus mengaku sejumlah perusahaan perkebunan besar di Indonesia telah melakukan pembicaraan dengan pihaknya, untuk menggunakan solusi drone penebar pupuk/pestisida itu.

Baca juga: Drone Pembantu Petani buatan Mahasiswa Indonesia Dipamerkan di Kantor Pusat Microsoft

Diminati E-commerce

Walau tujuan awalnya dibuat sebagai solusi untuk bidang agrikultur, namun setelah mendapat eksposur di berbagai media, drone buatan BeeHive ternyata juga diminati oleh sektor e-commerce.

Menurut Albertus, salah satu e-commerce di Indonesia telah menghubunginya dan membicarakan drone buatannya untuk solusi mengantar barang belanjaan online.

Kami bakal membantu membuat delivery drone buat mereka," kata Albertus.

Mengubah drone penebar pupuk menjadi drone delivery untuk situs marketplace dikatakan Albertus cukup mudah, karena hanya mengubah piranti lunaknya saja. Modifikasi yang dilakukan tidak banyak. "Karena kita main di software saja".

Konsep drone sebagai pengantar barang belanjaan online ini sudah dikenalkan oleh e-commerce Amazon dengan layanan Amazon Prime-Air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Goblin Mode' Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

"Goblin Mode" Jadi Kata Pilihan Oxford 2022, Apa Artinya?

Internet
VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

VIDEO: Hands-on Galaxy A04e dan A04, Duo HP Samsung Harga Sejutaan

Gadget
Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Fitur Komunikasi Satelit iPhone 14 Selamatkan Nyawa Orang Tersesat di Lokasi Terpencil

Software
Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

Google Suntik Dana Rp 18,7 Miliar ke CekFakta untuk Perangi Misinformasi Jelang Pemilu 2024

e-Business
35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

35 Persen Smartphone di Dunia Rentan Diretas, Begini Upaya Produsen Lindungi Privasi dan Data Pengguna

BrandzView
Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Cara Pasang Set Top Box di TV Tabung untuk Nonton Siaran TV Digital

Hardware
Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

Luhut: Ekonomi Digital Indonesia Meningkat, tapi Internetnya Masih Lambat

e-Business
Fitur Avatar WhatsApp Resmi Hadir di Indonesia

Fitur Avatar WhatsApp Resmi Hadir di Indonesia

Software
Apakah Menggunakan Set Top Box TV Digital Perlu Antena?

Apakah Menggunakan Set Top Box TV Digital Perlu Antena?

Hardware
Trik Melihat Status WA Tanpa Diketahui Pembuatnya, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Trik Melihat Status WA Tanpa Diketahui Pembuatnya, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Software
5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Link CCTV buat Pantau Kondisi Gunung Semeru Terkini yang Mengalami Erupsi

Internet
2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas 'Stalking'

2 Wanita Tuntut Apple, Tuduh AirTag Bantu Aktivitas "Stalking"

e-Business
Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

Pasukan Siber Ukraina Klaim Lumpuhkan Bank Terbesar Kedua Rusia

e-Business
Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Tampilan WhatsApp Grup Versi Desktop Berubah, Ada Foto yang Muncul

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.