Insiden Virus Bikin Pasokan iPhone 2018 Tersendat? - Kompas.com

Insiden Virus Bikin Pasokan iPhone 2018 Tersendat?

Kompas.com - 07/08/2018, 07:06 WIB
Jeroan dari iPhone X, tampak ada dua baterai di dalamnya.ifixit.com Jeroan dari iPhone X, tampak ada dua baterai di dalamnya.

KOMPAS.com - Insiden peralatan yang terjangkit virus di pabrik chipset Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) akhir pekan lalu, diprediksi bakal berimbas pada pasokan iPhone baru 2018.

Analis KGI sekuritas mengatakan bahwa pengapalan chip ke iPhone akan tertunda. Sehingga peluncuran lini iPhone 2018 akan terbatas jumlahnya. Dampaknya terhadap peluncuran iPhone kemungkinan akan sedikit teratasi karena stok chip di periode awal masih tersedia.

"Rantai pasokan hulu (TSMC) biasanya sudah siap jika peristiwa semacam ini terjadi dan memproduksi chipset lebih besar di awal," jelas salah satu analis KGI sekuritas.

TSMC, pabrikan chipset terkemuka di dunia pemasok iPhone, mengakui jika akhir perkan lalu sejumlah sistem komputer dan peralatan pabrikan telah disusupi virus. Virus-virus tersebut langsung menyerang sejumlah peralatan penting di beberapa pabrik.

Baca juga: Pabrik Chip iPhone Tumbang Diserang Virus

Mereka memastikan jika masalah tersebut mulai dapat diatasi. Akibat kejadian tersebut, pengiriman chip iPhone harus tertunda hingga akhir kuartal ketiga.

Menurut analis dari Sanford C. Bernstein, Mark Li, meski terdampak, namun pemulihan sistem yang cepat akan menekan imbas serangan virus ini bagi iPhone. Sebab, Apple rencananya baru akan merilis iPhone 2018 pada kuartal keempat.

Meski mengalami penundaan, TSMC masih kukuh mempertahankan pertumbuhan pendapatan mencapai lebih dari 10 persen pada 2018. Mereka yakin jika penundaan di kuartal ketiga akan pulih pada kuartal keempat.

TSMC tidak menyebutkan berapa kerugian yang diderita setelah kejadian peretasan tersebut. Sementara Apple sendiri masih belum buka suara soal kejadian ini.

Dilansir KompasTekno dari Gadgets Now, Selasa (7/8/2018), TSMC memotong pendapatan tahunan dan estimasi belanja modal bulan lalu akibat lesunya permintaan dari vendor smartphone.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X