"Restricted Mode" Bikin Video YouTube Gaib, Kominfo dan Google Tunjuk Operator

Kompas.com - 09/08/2018, 16:33 WIB
Ilustrasi YouTube mashableIlustrasi YouTube
Penulis Oik Yusuf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak akhir pekan lalu, sebagian pengguna internet di Indonesia mengeluhkan layanan YouTube yang tiba-tiba mengaktifkan "restricted mode" ketika diakses.

Akibatnya, jumlah video yang ditampilkan di kanal-kanal YouTube menyusut drastis karena Restricted Mode secara otomatis menyaring video yang dinilai mengandung konten dewasa atau tidak layak konsumsi untuk orang di bawah umur.

"Kami menggunakan banyak sinyal, seperti judul, deskripsi, medatadata, review Community Guideline, dan batasan umur untuk mengidentifikasi dan menyaring konten dewasa," sebut Google dalam laman mengenai restricted mode YouTube.

Para warganet yang mendadak terkena problem Restricted Mode YouTube mengutarakan uneg-uneg di Twitter dengan bertanya kepada penyedia internet dan operator seluler.

Customer service salah satu operator seluler menjawab bhwa Restriced Mode merupakan ketentuan dari pemerintah dalam rangka mencegah masyarakat mengakses konten pornografi.


Operator seluler lain coba menawarkan solusi, antara lain dengan clear cache aplikasi YouTube dan melakukan login kembali. Bisa juga dicoba dengan mengubah setting APN di ponsel menjadi "internet", untuk bisa memunculkan opsi menon-aktifkan restricted mode.

Gara-gara pemerintah?

Pekan lalu Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel A. Pangerapan memang sempat mengutarakan rencana pemerintah menepis gambar-gambar bermuatan pornografi lewat mesin pencari. Penerapannya adalah dengan mengaktifkan fitur safe search di Google secara permanen.

Restricted mode yang dialami sebagian pengguna YouTube Tanah Air pun dilaporkan bersifat permanen dan tidak bisa di-nonaktifkan.

Namun benarkah ada hubungannya antara restricted mode yang mendadak aktif dan kebijakan baru pemerintah terkait filtering pornografi?

Ilustrasi restricted mode di  youtubeYouTube Ilustrasi restricted mode di youtube

Ketika dihubungi oleh KompasTekno, Kamis (9/8/2018), Semuel mengatakan kebijakan filtering pornografi pemerintah seharusnya tidak menyentuh ranah YouTube, melainkan hanya terbatas untuk search engine Google saja.

"Kami dapat laporan ada beberapa operator yang kebablasan lebih dari yang kami minta. Sekarang sedang diperbaiki... YouTube seharusnya tidak terimbas karena bukan itu tujuannya," ujar Semuel.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X