Pengunjung Asian Games Bisa Jajal Teknologi 5G di GBK - Kompas.com

Pengunjung Asian Games Bisa Jajal Teknologi 5G di GBK

Kompas.com - 10/08/2018, 19:49 WIB
Bus otonomos Telkomsel di depan booth 5G Experience di GBK, Jumat (10/8/2018).KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Bus otonomos Telkomsel di depan booth 5G Experience di GBK, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler Telkomsel mulai mendemonstrasikan layanan 5G. Oleh Telkomsel, demo layanan 5G ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Adapun berbagai contoh kegunaan (use case) teknologi 5G tersebut dihadirkan di booth 5G Experience Center Telkomsel yang dibangun di Gelora Bung Karno, di tengah perhelatan Asian Games 2018.

"Kita buat 5G Experience Center ini untuk menunjukkan ke masyarakat, seperti apa kegunaan teknologi 5G itu nanti," kata Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah di kompleks GBK, Jumat (10/8/2018).

Ditambahkan Ririek, sebenarnya bukan kali ini saja Telkomsel mendemonstrasikan layanan 5G-nya. Pada 2017 lalu Telkomsel juga telah melakukan uji coba kecepatan 5G.

Baca juga: Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK selama Asian Games 2018

"Tahun lalu kita sudah pernah ngetes, ada dua BTS 5G yang diukur speednya waktu itu sampai 70 Gbps," kata Ririek.

Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah (duduk memegang stir) menjajal teknologi remote driving yang mengandalkan koneksi 5G yang minim latensi.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah (duduk memegang stir) menjajal teknologi remote driving yang mengandalkan koneksi 5G yang minim latensi.
Namun uji coba saat itu hanya untuk menunjukkan seberapa kencang kecepatan yang bisa dicapai oleh jaringan 5G. Sementara untuk demonstrasi kali ini, Telkomsel lebih menekankan kepada penggunaannya (use case).

Di booth 5G Experience tersebut, pengunjung bisa melihat teknologi remote driving, mobil yang dikendalikan secara remote, menggunakan koneksi 5G yang latensinya kecil, sehingga respons mobil bergerak saat itu juga, bersamaan dengan gerakan setir dari jarak jauh.

Ada pula demonstrasi game adu penalti di mana penjaga gawang menggunakan headset VR, mencoba menangkap bola yang ditendang secara real time.

Bola yang ditendang akan diproyeksikan ke headset, dan dicoba ditangkap oleh kiper. Ini juga menunjukkan rendahnya latensi yang dimiliki jaringan 5G, di mana gerakan bola di dunia nyata sinkron dengan yang dilihat di headset VR.

Game sepakbola adu penalti di mana kiper mengenakan headset VR mencoba menangkap bola yang ditendang pengunjung.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Game sepakbola adu penalti di mana kiper mengenakan headset VR mencoba menangkap bola yang ditendang pengunjung.
Ada juga game Beat the Robot, di mana pengunjung akan diajak adu suit jepang (rock, papper, scissors) dengan lengan robot. Lengan tersebut akan bereaksi begitu mendeteksi gerakan tangan pengunjung.

Yang paling menarik adalah demonstrasi bus otonomos alias bus tanpa sopir. Bus akan berjalan di rute yang sudah ditentukan, pengunjung juga bisa menonton video streaming kualitas Full HD di dalam bus.

Ririek mengatakan bahwa contoh-contoh penggunaan teknologi 5G yang dipamerkan merupakan wujud rendahnya latensi koneksi 5G, yang diklaim kurang dari 1 ms. Respons yang cepat ini dikatakan cocok untuk komunikasi machine to machine.

"Latensi kecil hanya di bawah 1 ms, sehingga nantinya itu (manfaatnya) lebih banyak tidak dipakai orang langsung (dipakai mesin), tapi dipakai oleh perangkat yang dipakai orang," kata Ririek.

Booth 5G Experience Telkomsel bisa dikunjungi di kompleks GBK melalui Pintu 2, yakni di jalan Pintu Satu Selatan (atau seberang hotel Fairmont).


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X