Gelar Internet 5G, Berapa Investasi yang Harus Dikeluarkan Telkomsel? - Kompas.com

Gelar Internet 5G, Berapa Investasi yang Harus Dikeluarkan Telkomsel?

Kompas.com - 12/08/2018, 11:32 WIB
Ilustrasi layanan 5G Telkomsel.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Ilustrasi layanan 5G Telkomsel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator Telkomsel memperkirakan teknologi 5G bakal mulai diterapkan secara komersil pada 2021 mendatang di Indonesia. Untuk menggelar jaringan 5G ini, berapa investasi yang harus dikeluarkan?

Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan ketika dijumpai di booth 5G Experience Telkomsel di Gelora Bung Karno, Jumat (10/8/2018) tidak menjawab langsung, namun memberi kisi-kisinya.

"5G butuh spektrum setidaknya 100 MHz," kata Bob.

Ditambahkan Bob, Telkomsel memiliki spektrum 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz, yang didapat melalui lelang pada 2017 lalu dengan biaya Rp 1 triliun.

"Jadi kalau 100 MHz (habis) berapa?" imbuh Bob.

Jika dihitung secara kasar, menurut Bob, kalau Telkomsel menggelontorkan dana Rp 1 triliun untuk spektrum 30 MHz, maka setidaknya dibutuhkan 2,5 triliun lagi untuk mendapat spektrum 100 MHz.

Hitung-hitungan di atas baru pengeluaran untuk biaya membeli spektrum saja, belum komponen lain seperti perangkat BTS dan aplikasi untuk membentuk ekosistem yang sempurna.

Karena itu, meski teknologi 5G akan di-deploy, Bob mengatakan jaringan 4G akan tetap ada sebagai pendamping.

Penyebaran jaringan 5G akan dimulai dari titik kecil seperti kawasan industri dan yang memiliki permintaan tinggi. Baru setelah itu akna menyebar ke daerah-daerah lain.

"Nggak mungkin 5G ada di mana-mana, Ibaratnya 4G sebagai selimutnya, yang drive through pakai 5G," pungkas Bob.

Baca juga: Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK selama Asian Games 2018

Mesin ke mesin

Teknologi 5G sendiri lebih dikatakan Telkomsel lebih sesuai untuk antar-perangkat (machine-to-machine), sebab memiliki latensi yang rendah, hingga kurang dari 1 ms.

"Sebenarnya untuk akses internet, 4G sudah cukup," kara Dirut Telkomsel, Ririek Adriansyah di kesempatan yang sama.

Teknologi 5G dikatakan lebih maju dengan kecepatan 1 Gbps dan latensi di bawah 1 ms. Karena itu, menurut Ririek, teknologi ini tidak akan dipakai oleh banyak orang.

Di sisi pengguna, mereka baru bisa merasakan manfaatnya dari perangkat yang dipakai oleh orang tersebut.

Untuk mendemonstrasikan manfaat koneksi 5G untuk industri, Telkomsel membuka booth 5G Experience Center di GBK selama perhelatan Asian Games 2018. Booth ini bisa diakses melalui GBK Pintu 2 atau di seberang hotel Fairmont.

Baca juga: Pengunjung Asian Games Bisa Jajal Teknologi 5G di GBK



Close Ads X