Ponsel Misterius Xiaomi Meluncur 22 Agustus - Kompas.com

Ponsel Misterius Xiaomi Meluncur 22 Agustus

Kompas.com - 14/08/2018, 14:10 WIB
Xiaomi Pocophone F1 dalam bocoran video unboxing dan hands-on lansiran Slashleaks.Slashleaks Xiaomi Pocophone F1 dalam bocoran video unboxing dan hands-on lansiran Slashleaks.

KOMPAS.com - Ponsel misterius Xiaomi dengan nama kode Pocophone F1 akan dirilis secara resmi pada 22 Agustus mendatang. India akan jadi negara pertama yang kebagian mencicipi ponsel ini.

Kabar ini dikonfirmasi secara langsung oleh Pocophone India. Lewat akun Twitter @IndiaPOCO, perusahaan mengatakan bahwa mereka akan segera meluncurkan ponsel baru, yang disniyalir adalah Pocophone.

"Inovasi terbaik dari smartphone akan segera hadir di sini. Siapkan diri Anda untuk #MasterOfSpeed. Sampai jumpa di 22 Agustus 2018," tulis akun tersebut sebagaimana dikutip KompasTekno dari Pocketnow, Selasa (14/8/2018).

 

Menerka dari cuitannya, ungkapan "the master of speed" bisa jadi kesimpulan bahwa ponsel ini bakal menggunakan prosesor kelas atas, seperti Snapdragon 845 sesuai dengan bocoran yang lama beredar.

Baca juga: Bocoran Foto Pastikan Xiaomi Pocophone F1 Pakai Snapdragon 845

Dalam sebuah video hands-on singkat yang baru-baru ini muncul di dunia maya, terlihat memang ponsel ini bakal menggunakan Snapdragon 845. Chipset ini merupakan prosesor unggulan yang diproduksi Qualcomm.

Dari video itu juga terungkap bahwa ponsel ini memiliki konfigurasi dua kamera pada bagian belakang namun belum dapat dipastikan berapa besaran lensa yang dibawa.

Istimewanya, ponsel ini juga kabarnya akan memiliki sistem pendingin liquid alias cair. Jika kabar ini benar, maka Pocophone F1 akan jadi ponsel kedua Xiaomi dengan sistem pendingin cair, setelah Blackshark.

Ponsel ini pun hampir dapat dipastikan masuk ke Indonesia. Pasalnya beberapa waktu lalu, nama Pocophone F1 telah tercatat pada halaman Ditjen SDPPI dengan nomor model M1805E10A.

Baca juga: Ponsel Misterius Xiaomi Pocophone Bakal Dijual di Indonesia?

Sertifikasi Pocophone di Indonesia ini berlaku sampai 2021 mendatang. Selain itu ia juga sudah memenuhi syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30,03 persen.



Close Ads X