Alasan Hamish Daud Kepincut Galaxy Note 9

Kompas.com - 15/08/2018, 10:07 WIB
Hamish Daud memperlihatkan hasil doodling-nya di Galaxy Note 9, Jumat (10/9/2018), di Neue Coworking Space, New York, Amerika Serikat.Lulu Cinantya/Kompas.com Hamish Daud memperlihatkan hasil doodling-nya di Galaxy Note 9, Jumat (10/9/2018), di Neue Coworking Space, New York, Amerika Serikat.

NEW YORK, KOMPAS.com - Samsung Galaxy Note 9 dirancang untuk masyarakat modern yang produktif bekerja, tetapi tak lupa bermain dan menikmati hidup. Hal ini yang membuat aktor sekaligus arsitek, Hamish Daud, jatuh hati pada smartphone tersebut.

Pria berkebangsaan Australia itu sesumbar memiliki beberapa peran dalam kehidupannya sehari-hari, yakni sebagai aktor, pengusaha di bidang arsitektur, pendiri yayasan “Indonesia Ocean Pride” yang bergerak untuk melindungi laut, serta kepala keluarga.

“Galaxy Note 9 ini membantu saya untuk menyeimbangkan semua peran itu,” ujarnya pada KompasTekno, beberapa saat lalu.

Sebagai aktor, Hamish harus selalu aktif di media sosial. Ia pun merasa harus menunggah foto-foto dengan kualitas apik ketika berlibur atau berkegiatan sehari-hari.

Kamera AI

“Saya ke mana-mana nggak perlu lagi bawa kamera. Kualitasnya tetap oke dengan kamera Galaxy Note 8 yang saya punya sekarang, dan bahkan lebih meningkat lagi di Galaxy Note 9,” ia menuturkan.

Galaxy Note 9 mengusung kamera ganda berkualitas 12 megapiksel dengan fungsi wide-angle dan telephoto. Bukaan ganda F/1.5 dan F/2.4 memungkinkan pengguna menjepret foto dalam berbagai kondisi, baik gelap maupun terang.

Tak cukup sampai di situ, kamera Galaxy Note 9 juga sudah dibenamkan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). Ada 20 objek yang bisa dideteksi dengan cepat, lantas warnanya disesuaikan agar lebih cantik.

Baca juga: Hasil Jepretan Kamera Galaxy Note 9, Dengan dan Tanpa AI

S Pen Bluetooth

Untuk perannya sebagai arsitek, Hamish harus rajin menyimpan ide-ide yang kerap muncul tiba-tiba. Ia pun aktif menggunakan S Pen untuk membuat sketsa kasar ketika melihat bangunan-bangunan yang inspiratif.

“Zaman sekarang ide harus cepat dieksekusi. Kalau nggak, bisa keduluan orang lain,” kata dia.

“Dengan S Pen, saya bisa langsung foto bangunan-bangunan bagus yang saya lihat ketika jalan-jalan. Lalu dari situ saya bikin sketsa kasarnya dan rapikan langsung untuk kasih lihat ke tim. Semuanya hanya via smartphone. Saya udah nggak bawa laptop lagi,” ia menjelaskan.

Ia mengaku kagum dengan inovasi S Pen Bluetooth pada Galaxy Note 9. Pengguna bisa memanfaatkannya lebih dari sekadar pena digital, tetapi juga sebagai “remote”.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X