Kompas.com - 15/08/2018, 15:51 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu pengguna YouTube di Indonesia mengeluhkan munculnya mode pembatasan konten atau restricted mode yang mendadak aktif. Mode ini membuat para pengguna tak bisa mengakses konten tertentu.

Para pengguna kemudian melontarkan keluhannya di linimasa Twitter. Masalah ini muncul bukan hanya dari satu pengguna operator internet, melainkan operator seluler dan penyedia layanan internet yang berbeda-beda.

Menanggapi insiden ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa hal tersebut adalah masalah teknis dan murni kelalaian operator.

Ia mengatakan bahwa Kominfo sejatinya hanya meminta agar para penyedia layanan ini memblokir konten yang ada di hasil pencarian mesin Google, tetapi para penyedia jasa internet ini malah menerapkan pemblokiran secara keseluruhan.

"Itu masalah teknis, itu salah operatornya. Jadi saya minta itu hanya Safe Search di Google untuk gambar. Tapi ternyata operator ada yang mungkin kelupaan. Bukan hanya YouTube, semuanya dia tutup juga," ungkap pria yang akrab disapa Chief RA kepada KompasTekno di kantor pusat Go-jek, Rabu (15/8/2018).

Menurut Rudiantara, kesalahan itu terjadi hanya selama satu hari saja dan itu semua telah diperbaiki. Kendati demikian ia mengucapkan terima kasih pada para operator yang sudah mau mengikuti aturan ini.

"Cuma sehari itu aja gara-gara masalah teknis di operator. Tapi sekarang sudah dibuka lagi. Saya berterima kasih kepada semua teman-teman operator yang sudah melakukan routing," lanjutnya.

Insiden salah blokir ini terjadi setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemblokiran gambar bermuatan porno di hasil pencarian pada mesin Google.

Baca juga: Pengguna YouTube di Indonesia Keluhkan Restricted Mode yang Aktif Tiba-tiba

Awal Agustus lalu, Kominfo bersama Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) memang mengumumkan akan melakukan uji coba penapisan gambar bermuatan negatif menggunakan fitur safe search.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan beberapa waktu lalu juga mengatakan bahwa beberapa operator melaporkan inisiatif untuk penapisan gambar yang bermuatan pornografi (SafeSearch) di fitur pencarian website seperti Google.

Semuel menambahkan secara teknis, penapisan gambar tidak terjadi di fitur pencarian website, namun ada pada penyedia jasa internet atau ISP.

Baca juga: Mulai Besok, Netizen Indonesia Tak Bisa Lagi Googling Gambar Porno

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

[POPULER TEKNO] Misteri Kematian 3 Bos Kripto | Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip | Adu Spesifikasi Xiaomi 12T Vs Xiaomi 11T

Internet
Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Link Download Twibbon Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Cara Mengatur Format Teks di Microsoft Word

Software
Cara Mengatur Format Jam di Microsoft Excel

Cara Mengatur Format Jam di Microsoft Excel

Software
Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Desember 2022, Diskon Hingga Rp 250.000

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru Desember 2022, Diskon Hingga Rp 250.000

Gadget
Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip, Mirip Galaxy Z Flip

Penampakan Ponsel Lipat Oppo Find N2 Flip, Mirip Galaxy Z Flip

Gadget
Kominfo Tata Ulang Frekuensi 2,1 GHz yang Dilelang ke Telkomsel

Kominfo Tata Ulang Frekuensi 2,1 GHz yang Dilelang ke Telkomsel

e-Business
Twitter Dibanjiri Ujaran Kebencian Sejak Ada Elon Musk

Twitter Dibanjiri Ujaran Kebencian Sejak Ada Elon Musk

Software
Link Tes Seberapa Menyenangkan Diri Anda yang Ramai di Twitter, Sudah Coba?

Link Tes Seberapa Menyenangkan Diri Anda yang Ramai di Twitter, Sudah Coba?

Internet
Persebaran Ransomware Naik 180 Persen, Target Utamanya Pengguna Windows

Persebaran Ransomware Naik 180 Persen, Target Utamanya Pengguna Windows

Internet
Viral di Medsos, Ini Link dan Cara Menggunakan ChatGPT buat Jawab Aneka Pertanyaan

Viral di Medsos, Ini Link dan Cara Menggunakan ChatGPT buat Jawab Aneka Pertanyaan

Internet
Xiaomi Bakal Rilis PC Desktop Pesaing Mac Mini?

Xiaomi Bakal Rilis PC Desktop Pesaing Mac Mini?

Hardware
Telkomsel Rezeki Sakti, Beli Paket Internet Bonus Voucher Gopay, Shopee, dll

Telkomsel Rezeki Sakti, Beli Paket Internet Bonus Voucher Gopay, Shopee, dll

e-Business
Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Apa Itu Zenly, Aplikasi yang Mau Ditutup Saat Tengah Naik Daun?

Software
Samsung Sebar OneUI 5 untuk Galaxy A13 5G, Galaxy A51 5G, dan XCover 5

Samsung Sebar OneUI 5 untuk Galaxy A13 5G, Galaxy A51 5G, dan XCover 5

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.