XL Uji Coba Internet 5G di Kota Tua, Seberapa Kencang?

Kompas.com - 20/08/2018, 15:37 WIB
Jajaran manajemen XL Axiata bersama Menkominfo, Rudiantara (tengah) dan perwakilan Pemda DKI Jakarta saat uji coba jaringan 5G XL Axiata di Kota Tua, Jakarta, Senin (20/8/2018). KOMPAS.com/Fatimah Kartini BohangJajaran manajemen XL Axiata bersama Menkominfo, Rudiantara (tengah) dan perwakilan Pemda DKI Jakarta saat uji coba jaringan 5G XL Axiata di Kota Tua, Jakarta, Senin (20/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut era “Internet of Things” pada 2020 mendatang, operator telekomunikasi di Tanah Air mulai menyiapkan diri mengimplementasikan jaringan internet generasi kelima ( 5G). Salah satunya adalah XL Axiata.

Hari ini, Senin (20/8/2018), operator bernuansa biru tersebut menggelar uji coba jaringan 5G di frekuensi khusus 28 GHz di area Kota Tua, Jakarta. Kecepatan yang tercatat berada di kisaran 20 Gbps, meningkat signifikan dari kecepatan jaringan 4G yang mentok di 90 Mbps.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa uji coba ini merupakan rentetan persiapan untuk mengadopsi teknologi jaringan 5G secara masif nantinya. Menurut Dian, manfaat 5G menyentuh berbagai sektor, baik untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan “Smart City”, maupun bagi masyarakat umum.

“Jaringan 5G akan banyak menopang hal-hal yang bersifat otomatisasi. Kemampuannya bisa mentransfer data sangat besar dengan waktu singkat. Ibaratnya seperti (jalan) tol yang benar-benar tanpa hambatan,” ia menuturkan di sela-sela kegiatan uji coba.

Baca juga: Pemerintah Diharap Mulai Siapkan Frekuensi 5G

Lebih jelasnya, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie Yosetya mendemokan pemanfaatan jaringan 5G untuk mewujudkan “Jakarta Smart City”. Salah satu yang didemokan adalah manajemen air.

Teknologi 5G bisa dimanfaatkan untuk memonitor tingkat kebersihan sungai dengan memasang sensor-sensor. Informasi yang diperoleh secara real-time adalah tingkat kadar oksigen, amonia, dan mineral lain di dalam air sungai.

Dengan begitu, pemerintah lebih efisien dalam mengidentifikasi tingkat polusi sungai dan memutuskan penanganan lebih lanjut. Mekanisme serupa juga bisa dilakukan untuk penyiraman tanaman, di mana sensor bisa mengukur tingkat kebasahan tanah.

“Jadi pemerintah nggak perlu lagi melakukan pengecekan sungai setiap hari. Cukup monitor dan kalau ada masalah baru turun tangan. Mobil yang siram tanaman juga nggak perlu bolak-balik, karena informasinya bisa dipantau dengan akurat,” Yessie menjelaskan.

Skenario lainnya adalah menentukan tempat sampah mana yang penuh dan perlu dikosongkan (smart bin), penerapan CCTV di berbagai titik, serta menerapkan transportasi cerdas berbasis sepeda (bike sharing).

Regulasi diperlukan

Untuk mendorong adaptasi jaringan 5G secara komersil, Dian Siswarini berharap pemerintah segera menetapkan regulasinya.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, sesumbar pihaknya mendukung bukan cuma dari sisi regulasi, tetapi juga sebagai fasilitator dan akselerator.

“Frekuensinya sudah kami siapkan di 3,5 GHz. Sekarang memang belum bisa dipakai karena masih digunakan untuk kebutuhan satelit. Tetapi nantinya itu untuk 5G,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

“Saya melihat teknologi 5G ini bisa diterapkan di banyak hal untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien, tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di kota-kota lainnya mana kala nanti jaringan 5G sudah tersedia,” ia menambahkan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X