GPS Bikin Baterai Ponsel Boros, Ini Cara Menghematnya

Kompas.com - 21/08/2018, 11:03 WIB
Tren GPS tambahan pada mobil mulai menurun akibat maraknya penggunaan smartphone. thrumylens.orgTren GPS tambahan pada mobil mulai menurun akibat maraknya penggunaan smartphone.

KOMPAS.com — Fitur GPS disebut menjadi biang keladi borosnya baterai smartphone yang terkuras dengan cepat. Banyak asumsi yang berkembang, seperti salah pengguna yang lupa menutup aplikasi yang menggunakan GPS sehingga ia terus bekerja melacak lokasi.

Ada juga yang berpikiran jika terkurasnya btaerai dikarenakan GPS bekerja keras mencari sinyal dari menara pemancar seluler serta satelit. Benarkah demikian?

Ketika Anda mengaktifkan GPS, GPS receiver—sebuah cip kecil dan antena yang terletak di dalam smartphone—selalu mencari menara pemancar sinyal seluler. Hal tersebut berguna untuk meraba-raba di mana sebenarnya smartphone tersebut berada.

Tanpa ada data seluler atau koneksi WiFi, GPS receiver hanya akan menebak-nebak lokasi tanpa data akurat.

"Tanpa WiFi, Anda tidak bisa mengunduh posisi terbaru Anda di Maps, jadi Anda hanya akan melihat titik biru yang berada di antah berantah," ujar Harsh Krishnaswamy, salah satu profesor teknik elektro Columbia Engineering.

Misalnya, ketika pengguna mengaktifkan mode "airplane mode" di ponsel, maka perangkat hanya akan menebak kota atau negara perangkat tersebut berada, tapi tidak secara tepat. Barulah setelah lokasi perangkat diaktifkan, ponsel mulai mendengarkan sinyal satelit yang mengorbit di instalasi GPS, dan mengakurasi lokasi.

Baca juga: Google Play Service di Android Bikin Baterai Boros, Begini Cara Mengatasinya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika chip GPS di perangkat tidak bisa mengirim sinyal, perangkat tetap bisa menerima sinyal untuk mengecek posisi akurat dimana Anda berada. 

Dalam mode location high-accuracy dengan bantuan sinyal seluler dan Wi-Fi, keempat perangkat menunjukkan kinerja penerimaan GPS yang kurang lebih sebanding, baik dari segi kecepatan maupun akurasi. Oik Yusuf/ KOMPAS.com Dalam mode location high-accuracy dengan bantuan sinyal seluler dan Wi-Fi, keempat perangkat menunjukkan kinerja penerimaan GPS yang kurang lebih sebanding, baik dari segi kecepatan maupun akurasi.
Robert W McGwier, profesor peneliti teknik komputer dan elektronika dari Virginia Tech mengatakan, GPS akan terus melacak satelit sekalipun penggunanya sedang berada di dalam bangunan beratap baja.

"Jika Anda pergi ke Wlamart yang beratapkan baja, (daya) ponsel yang digunakan akan lebih banyak, jika layanan lokasi diaktifkan. Itu (GOS) akan menghubungkan ke semua satelit yang berbeda-beda demi mencari sinyal," imbuh McGwier.

Itu artinya, jika pengguna sedang berada di wilayah yang susah sinyal, tak ayal daya ponsel akan terkuras lebih cepat dibanding wilayah dengan sinyal stabil. Hal tersebut disebabkan ponsel akan bekerja lebih keras untuk mendengarkan sinyal yang tepat sekaligus melacak posisi perangkat.

Sama halnya jika pengguna sedang berada di dala kereta atau di dalam mobil, maka sinyal akan melemah dan tentu saja pemakaian baterai akan boros. Lemahnya sinyal dikarenakan kereta dan mobil yang terbuat dari baja, ditambah dengan faktor jarak satelit dan GPS receiver.

Sebuah data dari penelitian yang pernah dilakukan oleh profesor di Inggris dan Arab Saudi pada tahun 2016 membuktikan perbedaan persentase baterai terkuras di area sinyal stabil dan tidak.

Pada area stabil atau cenderung kuat, daya baterai hanya terkuras 13 persen saja, sementara pada wilayah sinyal yang lemah konsumsi baterai cukup banyak yakni 38 persen. Perlu dicatat, saat penelitian dilakukan, para penguji menggunakan perangkat Galaxy Note 3 dan Sony Xperia Z2. Kendati demikian, hasil ini agaknya masih relevan saat ini.

Umur teknologi GPS yang semakin tua

Faktor lain penyebab borosnya baterai akibat GPS yang aktif, bisa dikatakan berasal dari GPS itu sendiri. Umur teknologi GPS cukup tua. Sebagai informasi, GS pertama kali diluncurkan militer AS pada tahun 1995.

Baca juga: Benarkah Ponsel Murah Sulit Mencari Sinyal GPS?

Meski mendapat peningkatan, kemajuan GPS tak terlalu signifikan. Misalnya untuk menerima transmisi dari satelit, perangkat membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 30 detik.

Sedangkan jika ingin menangkap sinyal dari semua satelit terdekat, maka waktu transmisi yang dibutuhkan bisa mencapai 12 menit, sepeti yang telah diuji coba The Verge dan dirangkum KompasTekno, Senin (20/8/2018).

Halaman berikutnya: cara menghemat baterai dengan GPS

Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.