Pelaku Penembakan Kompetisi E-sport Ternyata Gamer yang Kalah

Kompas.com - 28/08/2018, 10:27 WIB
Ilustrasi penembakan. ShutterstockIlustrasi penembakan.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Akhir pekan lalu diwarnai kejadian penembakan massal yang terjadi untuk kesekian kalinya di Amerika Serikat. Insiden kali ini adalah lomba e-sport dengan game Madden NFL 19 bertema football Amerika, di Jacksonville, Florida.

Salah seorang peserta bernama David Katz jauh-jauh mampir dari Baltimore -lebih dari 1.000 km jaraknya dari Jacksonville- untuk ikut serta dalam kompetisi dimaksud.

Sayang, pria berusia 24 tahun ini tak berhasil memenangkan hadiah utama senilai 25.000 dollar AS (Rp 365 juta) lantaran tereliminasi.

Namun Katz rupanya belum selesai dari kompetisi. Entah apa yang ada dalam pikirannya, dia kembali ke arena dengan menggenggam pistol, lalu mulai menembaki peserta dan penonton yang sedang berkerumum untuk melihat pertandingan.

Kejadian yang berlangsung pada hari Minggu pekan lalu tersebut sempat disiarkan secara langsung karena panitia memang menyediakan tayangan live streaming pertandingan game.

Sebuah titik laser berwarna merah (alat pembidik pada pistol) dilaporkan sempat terlihat di baju salah seorang peserta dalam live streaming, sebelum Katz memberondongnya.

David Katz, gamer pelaku penembakan di ajang eSports Madden NFL 19 di Florida, Amerika Serikat, Minggu (26/8/2018).YouTube David Katz, gamer pelaku penembakan di ajang eSports Madden NFL 19 di Florida, Amerika Serikat, Minggu (26/8/2018).
Setidaknya 11 suara tembakan terdengar lewat live streaming. Tayangan kemudian terputus, berganti pesan berbunyi “controller disconnected”.

Laporan saksi mata yang dirangkum KompasTekno dari LA Times, Selasa (28/8/2018) menyebutkan bahwa Katz sengaja mengincar “beberapa orang”. Katz lalu bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

Timah panas dari pistol Katz menewaskan dua peserta lain, yakni Elijah Clayton dan Taylor Robertson. Di samping ketiga korban tewas itu, belasan lainnya dilaporkan ikut mengalami luka-luka.

Baca juga: Penonton dan Peserta Kompetisi E-sport Ditembaki, 4 Tewas

Penembakan di ajang eSports tersebut mengejutkan komunitas gamer, terutama di Amerika Serikat. Beberapa pihak menyoroti pengamanan saat lomba game yang dinilai longgar.

EA Sports selaku pemilik franchise game Madden mengaku sedang mengumpulkan fakta-fakta terkait kasus penembakan dan bekerjasama dengan otoritas setempat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber LA Times
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X