Indonesia Jadi Pasar Pesawat ATR Terbesar di Asia Pasifik

Kompas.com - 28/08/2018, 14:50 WIB
Pesawat ATR72 ke-50 yang dikirim untuk Wings Air. ATR AircraftPesawat ATR72 ke-50 yang dikirim untuk Wings Air.

SINGAPURA, KOMPAS.com Indonesia kini menjadi negara yang mengoperasikan pesawat turboprop (baling-baling) terbesar di wilayah Asia Pasifik. Dua operator besar pesawat ATR di Indonesia adalah Wings Air (Lion Air Group) dan Garuda Indonesia.

Wings Air sendiri saat ini diketahui mengoperasikan sekitar 57 pesawat ATR 72 seri 500/600, dan akan mendatangkan tiga pesawat lagi hingga akhir 2018, sehingga total menjadi 60 pesawat.

Sementara Garuda Indonesia mengoperasikan sekitar 16 pesawat ATR 72, dan akan mendatangkan satu pesawat lagi hingga akhir 2018 nanti, sehingga total menjadi 17 pesawat.

Jumlah ini belum termasuk maskapai-maskapai lain yang beroperasi di Indonesia, seperti TransNusa, NAM Air, Travira Air, Trigana, dan sebagainya.

"Indonesia memiliki jumlah armada (ATR) terbesar di wilayah ini, jumlahnya mendekati 100 pesawat," kata Pierre-Marie Putard, Airline Marketing Manager ATR dijumpai di kantor ATR di Singapura, Senin (27/8/2018).

Pierre-Marie Putard, Airline Marketing Manager ATR Aircraft.KOMPAS.com/Reska K. Nistanto Pierre-Marie Putard, Airline Marketing Manager ATR Aircraft.
Sementara dalam 20 tahun ke depan, ATR memprediksi akan dibutuhkan 1.000 pesawat turboprop di wilayah Asia Pasifik, baik pengadaan pesawat baru atau sebagai pesawat pengganti yang sudah berusia tua.

"Masih banyak pesawat turboprop berumur dan tak lagi diproduksi yang masih beroperasi dan butuh untuk diganti," kata Putard.

Di wilayah Asia Tenggara khususnya, pembukaan rute-rute baru juga diprediksi akan bertambah, sehingga dibutuhkan pesawat-pesawat turboprop baru.

Asia Pasifik sendiri sejak 2010 telah menjadi pasar yang besar bagi ATR. Sebanyak 40 persen konsumen pesawat turboprop itu berasal dari maskapai-maskapai di wilayah tersebut.

Bahkan, jumlah pesanan pesawat (backlog) yang dikantongi oleh ATR, yakni sekitar 130 pesawat, separuhnya (50 persen) adalah berasal dari maskapai di Asia Pasifik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X