Galaxy S10 Akan Pakai Sensor Sidik Jari dalam Layar?

Kompas.com - 29/08/2018, 15:22 WIB
Ilustrasi ponsel dengan pemindai sidik jari yang menyatu dengan layar. SynapticsIlustrasi ponsel dengan pemindai sidik jari yang menyatu dengan layar.

KOMPAS.com - Tren sensor pemindai sidik jari dalam layar alias in-screen fingerprint diramalkan akan semakin marak di smartphone flagship tahun depan. Salah satu yang akan akan meramaikan adalah vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsung.

Kabarnya, Samsung akan menyematkan teknologi biometrik untuk memindai sidik jari di semua display lini Galaxy S tahun depan. Sensor tersebut akan ditanam di tiga varian Galaxy S yang menjadi edisi spesial ulang tahun Galaxy ke-10.

Kabar ini berbeda dari kabar sebelumnya yang memperkirakan hanya ada dua lini high-end Galaxy S saja yang mengadopsi pemindai sidik jari dalam layar. Sedangkan untuk versi di bawahnya tetap akan dipasang tombol fisik untuk sensor pemindai sidik jari.

"Dua model high-end Galaxy S akan disematkan pemindai sidik jari dalam layar ultrasonic, sementara lainya akan menggunakan sensor optical fingerprint (pemindai sidik jari optik) di bawah layar," papar salah satu sumber dalam kepada The Investor, sebagaimana KompasTekno rangkum, Rabu (29/8/2018).

Baca juga: Kejar iPhone, Galaxy S10 Usung Face ID dan Sensor Sidik Jari di Layar?

Rumornya, Galaxy S10 akan diluncurkan sekitar bulan Feburari tahun depan dan dipasarkan mulai bulan Maret, seperti jadwal perilisan Galaxy S9 dan S9 Plus awal tahun lalu.

Sensor pemindai sidik jari ultrasonic untuk lini Galaxy S10 kabarnya dipasok oleh Qualcomm yang pertama kali memamerkan teknologi tersebut tahun 2015.

Beda pemindai sidik jari ultrasonic dan optik

Teknologi ultrasonic akan menghasilkan pindaian yang berbeda dibanding pemindai optik. Pemindai sidik jari ultrasonic akan memetakan sidik jari 3D dibanding pemindai optik yang hanya memetakan gambar datar atau 2D.

Pemindai optik inilah yang paling umum digunakan di banyak smartphone high-end saat ini. Bedanya lagi, pemindai ultrasonic diklaim lebih akurat dibanding pemindai sidik jari tradisional.

Ultrasonic disebut tidak akan terpengaruh oleh minyak, keringat, atau cahaya. Dari sisi harga, sensor optik tiga kali lebih murah dibanding ultrasonic. Cara kerjanya pun berbeda. Sensor optis bekerja seperti kamera digital, menangkap gambar dua dimensi dari sidik jari.

Karena hanya menangkap gambar dua dimensi, tingkat keamanan pemindai sidik jari optik menjadi diragukan. Sensor optik relatif lebih mudah ditipu. Tingkat akurasinya juga akan menurun jika jemari yang dipindai kotor, basah atau terlalu kering serta jika ada cahaya dari luar masuk ke dalam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X