Kompas.com - 29/08/2018, 19:38 WIB
Sisi depan Galaxy A6 (kanan). Samsung menerapkan layar Super AMOLED Infinity Display dengan aspect ratio 18,5:9 sehingga tampilan Galaxy A6 menjadi seragam dengan ponsel-ponsel Galaxy seri anyar lainnya. Untuk Galaxy A6, bentang layarnya sebesar 5,6 inci. KOMPAS.com/ OIK YUSUFSisi depan Galaxy A6 (kanan). Samsung menerapkan layar Super AMOLED Infinity Display dengan aspect ratio 18,5:9 sehingga tampilan Galaxy A6 menjadi seragam dengan ponsel-ponsel Galaxy seri anyar lainnya. Untuk Galaxy A6, bentang layarnya sebesar 5,6 inci.

Ada beberapa tipe panel LCD yang dibedakan berdasarkan cara kerja cairan kristalnya. Tipe tersebut adalah panel Twisted Nematic (TN), panel Vertical Alignment (VA), dan panel In-Plane Swtching (IPS).

OLED

Meski memiiki nama yang mirip dengan LED, keduanya tidaklah sama. OLED adalah kepanjangan dari organic light emitting diode. Berbeda dengan LCD atau LED, OLED tidak memiliki polarisasi.

Setiap cahaya piksel atau sub piksel warna merah, hijau, atau biru, akan menyala sendiri ketika voltase masuk ke molekul besar yang kompleks, yakni sebuah dioda pemancar cahaya organik.

Warna yang dipancarkan dari panel OLED bergantung pada molekul, sedangkan cahaya bergantung pada voltase yang masuk. OLED dapat mencapai tingkat kecerahan HDR karena molekulnya mengeluarkan warna yang tepat tanpa harus disaring seperti LCD.

Panel OLED memiliki rasio kontras yang mumpuni, begitu disebut Tom's Hardware yang dirangkum KompasTekno, Senin (27/8/2018). Tidak perlu ada latar cahaya yang diblok seperti LCD, jadi tak perlu khawatir soal banyaknya cahaya yang masuk. Warna hitam akan sangat pekat dan warna lain akan tampak baik.

Menariknya, OLED bersifat fleksibel, yang artinya potensi menemukannya di ponsel lipat mendatang sangat terbuka. Sayangnya, refresh rate atau frekuensi tampilan layar per detik panel OLED tidak pernah mencapai angak 90 Hz.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: CEO Konfirmasi Galaxy F adalah Lini Ponsel Lipat Samsung

Refreash rate mirip dengan frame rate pada layar yang menampilkan jumlah gambar per detik.
Itu berarti, panel OLED menampilkan kurang dari 90 kali gambar setiap detiknya. Padahal, semakin besar refreash rate, tampilan layar akan semakin smooth.

Dari sisi harga, OLED terbilang lebih mahal dibanding LCD atau LED. Salah satunya dibuktikan dari banderol harga iPhone X, di mana setengahnya adalah harga komponen panel OLED. Molekul-molekul yang digunakan panel OLED relatif menurun lebih cepat dari waktu ke waktu. Khususnya untuk molekul warna biru, akan membuat layar kurang terang.

MicroLED untuk masa depan?

Seiring berkembangnya waktu, teknologi panel pun berkembang. Salah satu yang disebut-sebut adalah microLED.

MicroLED dikatakan serupa dengan OLED namun meninggalkan bagian organik dan potensi meningkatkan kontras cahaya, waktu respons, dan penggunaan energi yang melebihi panel standar LED.

Beberapa vendor smartphone seperti Apple, Samsung dan LG dikabarkan sedang meneliti panel microLED ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.