Mengenal Sistem Pendingin “Water Cooling” di Galaxy Note 9

Kompas.com - 30/08/2018, 19:56 WIB
Ilustrasi komponen internal Galaxy Note 9. Sistem pendingin water cooling terlihat berbentuk lempengan logam dengan warna tembaga di bagian atas gambar.Samsung Ilustrasi komponen internal Galaxy Note 9. Sistem pendingin water cooling terlihat berbentuk lempengan logam dengan warna tembaga di bagian atas gambar.

KOMPAS.com - Salah satu perubahan yang diterapkan Samsung pada Galaxy Note 9 dibandingkan Galaxy Note 8 terletak pada sistem pendinginan yang lebih baik untuk meredam panas dari komponen internal. 

Pendingin berjuluk “water carbon cooling system” ini pertama kali diterapkan pada Galaxy S7 yang dirilis pada 2016, dan diwariskan ke perangkat-perangkat setelahnya. 

Mekanismenya melibatkan lempengan pendingin berbahan logam yang menempel di atas prosesor perangkat. Di dalam lempengan berpori ini terdapat cairan yang menyerap panas dari prosesor 

Air menyerap panas, lalu menguap. Uap kemudian mengalir lewat pipa khusus ke area “dingin”. Terjadilah kondensasi internal di mana uap melepaskan panas, lalu kembali menjadi air yang mengalir lagi ke area prosesor untuk menyerap panas. 

Seperti dihimpun KompasTekno dari Android Authority, Kamis (30/8/2018), proses yang sama pun berulang, lagi dan lagi, sehingga pendingin bisa terus menerus meredam panas selagi pengguna memakai smartphone.

Baca juga: Adu Kencang Galaxy Note 9 Vs iPhone X, Siapa Juaranya?

Heatpipe

Ilustrasi siklus cairan penghantar panas dalam sistem pendingin berbasis heatpipe. Zootalures/ Wikimedia Ilustrasi siklus cairan penghantar panas dalam sistem pendingin berbasis heatpipe.
Cara kerja sistem pendingan “water cooling” Galaxy Note 9 sebenarnya mirip dengan heatpipe yang sudah lama diterapkan di dunia komputer.

Cairan yang digunakan sebagai penghantar panas bisa beragam jenis, dengan titik didih rendah atau tinggi, tergantung keperluan suhu. Cairan bisa berupa amonia, helium cair, hingga indium.

Dalam sebuah penjelasan mengenai cara kerja pendingin Galaxy Note 9, Samsung menerangkan bahwa jenis cairan yang digunakan adalah “air” (water). 

Penghantaran panas melalui cairan ini jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan lempengan logam biasa saja (misalnya tembaga atau aluminium yang biasa digunakan sebagai lempengan pendingin). 

Pendingin berbasis heatpipe pada laptop. Perhatikan dua pipa tembaga berisi cairan yang menghantarkan panas dari area komponen internal ke area pendingin yang dilengkapi dengan kipas untuk membuang panas. Kristoferb/ Wikipedia Pendingin berbasis heatpipe pada laptop. Perhatikan dua pipa tembaga berisi cairan yang menghantarkan panas dari area komponen internal ke area pendingin yang dilengkapi dengan kipas untuk membuang panas.
Mekanisme yang mirip-mirip diterapkan pula di metode liquid/water cooler berbentuk radiator pada komputer.

Bedanya dengan heatpipe, cairan penghantar panas bukan disalurkan lewat proses penguapan dan kondensasi, tapi secara mekanik dengan pompa. Biasanya ada juga kipas untuk membantu pelepasan panas.

Di smartphone, mekanisme pendingin heatpipe sering juga disebut sebagai “liquid  cooler” (karena memang berbasis cairan) dan penerapannya bersifat pasif (tanpa kipas) dengan pipa yang pipih agar bentuknya ringkas dan tipis.

Smartphone pertama yang menggunakan pendingin heatpipe alias liquid cooling adalah NEC Medias X pada 2013.

Lebih besar

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X