Kompas.com - 31/08/2018, 12:16 WIB

KOMPAS.com - Pamor Telegram yang dianggap sebagai aplikasi "sahabat" para teroris perlahan mulai ditangkal. Paling baru, Telegram memperbarui kebijakan privasinya, termasuk klausa tentang diperbolehkannya alamat IP dan nomor telepon untuk diserahkan ke pihak pengadilan, jika si pengguna teridentifikasi sebagai terduga teroris.

Pendiri Telegram, Pavel Durov mengatakan jika kebijakan privasi ini hanya akan membuat para teroris tidak nyaman menggunakan Telegram untuk mengeksekusi aksi teror, menyebarkan propaganda, atau merekrut calon eksekutor.

Tapi, mempersempit ruang gerak terorisme bukan menjadi alasan satu-satunya. Perubahan ini dibuat untuk mematuhi hukum General Data Protection Regulation (GDPR) oleh komite Uni Eropa, yang memang sempat menjadi momok para perusahaan media sosial untuk beroperasi di benua biru.

Menurut advokat teknologi asal India, Amlan Mohanty, kebijakan privasi ini dipandang sebagai taktik Telegram untuk merespon pengadilan Rusia bulan April lalu. 

Salah satu pengadilan Rusia meminta Telegram untuk membuka kunci enkripsi Telegram guna melacak hal-hal berbau terorisme di aplikasi tersebut. Karena menolak permintaan tersebut atas nama menjunjung keamanan privasi data pengguna, akhirnya Telegram diblokir di negaranya sendiri.

Dilansir KompasTekno dari The Next Web, Kamis (30/8/2018), Roskomnadzor atau badan regulator telekomunikasi Rusia mempertimbangkan kemungkinan untuk membuka blokir Telegram hanya jika kunci enkripsi diserahkan ke pemerintah.

Tuntutan tersebut membuat Telegram hanya memiliki dua opsi, berkompromi dengan privasi pengguna yang dijunjung tinggi, atau mengubah susunan sistem privasinya. Jika Telegram memilih opsi pertama, tentu akan menjadi preseden untuk negara dan platform lain.

Selain di Rusia, Telegram sempat dicekal di beberapa negara, termasuk Indonesia karena dianggap mejadi medium komunikasidan koordinasi pelaku terorisme.

Baca juga: Telegram Diblokir di Indonesia, CEO Bilang Itu Aneh

Kendati bertujuan untuk mempersempit ruang terorisme, kebijkan ini tak lepas dari kritik. Terutama soal istilah "terduga teroris", di mana negara, lewat penegak hukum, bisa meminta Telegram untuk membantu memberikan ifnormasi pengguna yang menjadi terduga itu.

Bisa jadi, klausa tersebut akan salah alamat, di mana orang yanga awalnya terduga teroris, setelah dikuak akun Telegramnya ternyata bukan pelaku teror.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 20 Mei, Ada 300 Primogems Gratis

Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 20 Mei, Ada 300 Primogems Gratis

Software
Qualcomm Umumkan Chip Snapdragon 8+ Gen 1 dan Snapdragon 7 Gen 1

Qualcomm Umumkan Chip Snapdragon 8+ Gen 1 dan Snapdragon 7 Gen 1

Hardware
Elon Musk Dituduh Lecehkan Pramugari di Pesawat Jet Pribadi

Elon Musk Dituduh Lecehkan Pramugari di Pesawat Jet Pribadi

e-Business
Hati-hati, 200 Aplikasi Berbahaya Ini Beredar di Play Store

Hati-hati, 200 Aplikasi Berbahaya Ini Beredar di Play Store

Software
Seperti AS, Kanada Juga Akan Blokir Huawei dan ZTE

Seperti AS, Kanada Juga Akan Blokir Huawei dan ZTE

e-Business
Epic Games Gelar Diskon Game PC hingga 75 Persen, Ini Daftar Game yang Layak Dibeli

Epic Games Gelar Diskon Game PC hingga 75 Persen, Ini Daftar Game yang Layak Dibeli

Software
Game Borderlands 3 Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store

Game Borderlands 3 Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store

Software
Nvidia Luncurkan Dua PC Rakitan, GeForce RTX dan GeForce Esports

Nvidia Luncurkan Dua PC Rakitan, GeForce RTX dan GeForce Esports

Hardware
Apa itu Space yang Jadi Pusat Keramaian Fans K-Pop di Twitter?

Apa itu Space yang Jadi Pusat Keramaian Fans K-Pop di Twitter?

Software
Instagram Uji Tampilan Baru IG Stories, Tidak Lagi Titik-titik Kecil Berderet

Instagram Uji Tampilan Baru IG Stories, Tidak Lagi Titik-titik Kecil Berderet

Software
Punya Spek Mirip, Ini Bedanya Redmi 10A dan Redmi 9A

Punya Spek Mirip, Ini Bedanya Redmi 10A dan Redmi 9A

Gadget
Jadwal Main Tim PUBG Mobile Indonesia di Final SEA Games 2021 Hari Ini, Mulai Pukul 15.00

Jadwal Main Tim PUBG Mobile Indonesia di Final SEA Games 2021 Hari Ini, Mulai Pukul 15.00

Internet
Sony 'LinkBuds S' Masuk Indonesia, TWS Ringan Harga Rp 3 Jutaan

Sony "LinkBuds S" Masuk Indonesia, TWS Ringan Harga Rp 3 Jutaan

Gadget
Timnas Mobile Legends Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA Games 2021, Bawa Pulang Medali Perak

Timnas Mobile Legends Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA Games 2021, Bawa Pulang Medali Perak

Software
Timnas PUBG Mobile Indonesia Masuk Final SEA Games 2021, Ini Jadwal Main dan Link Streamingnya

Timnas PUBG Mobile Indonesia Masuk Final SEA Games 2021, Ini Jadwal Main dan Link Streamingnya

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.