Smartphone Kian Laris Berkat Layar Jumbo

Kompas.com - 04/09/2018, 07:07 WIB
Tampak muka Oppo Find X yang memiliki layar dengan aspect ratio 93,8 persen, tanpa notch, dan bingkai yang tipis. Oik Yusuf/KOMPAS.comTampak muka Oppo Find X yang memiliki layar dengan aspect ratio 93,8 persen, tanpa notch, dan bingkai yang tipis.

KOMPAS.com - Analis dari firma riset IDC mengatakan jika pertumbuhan pasar smartphone pada semester II 2018 akan naik. Dibanding semester I, pertumbuhan pasar global akan menguat 1,1 persen.

Namun dari segi pengapalan tahun ke tahun, IDC memprediksi secara keseluruhan jika volumenya akan menurun 0,7 persen dengan 1.455 miliar unit pada 2018, turun dari angka 1.465 miliar pada 2017.

Meski begitu, IDC memprediksi tren positif pertumbuhan pasar smartphone gobal akan mulai membaik di tahun 2019 hingga 2022. Disebutkan, tren positif ini akan dibawa oleh desain ponsel berlayar jumbo yang semakin hari, bentang layarnya semakin panjang.

IDC meramalkan pertumbuhan ponsel jenis ini akan mencapai 941,6 juta pada 2018, terhitung 64,7 persen dari total smartphone. Volume ini naik dari angka 623,2 juta unit pada 2017.

Baca juga: Tren Layar Smartphone, dari Poni, Kamera Tersembunyi, hingga Lubang

Pada 2022, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digitimes, Selasa (4/9/2018), pengapalan smartphone layar jumbo akan melonjak hingga 1.391 miliar unit atau 84,5 persen dari total pengapalan.

Sementara itu, smartphone dengan rasio layar 18:x yang didominasi ponsel flagship dan high-end keluaran tahun 2017 akan mulai dibanderol dengan harga rendah pada sisa waktu tahun 2018 dengan kisaran harga mulai dari 200 dollar AS (sekitar Rp 3 jutaan).

IDC mencatat pada kuartal II 2018, smartphone dengan rasio 16:9 akan dikalahkan smartphone berasio aspek 17,5:9 dan di atasnya.

Menurut IDC, vendor China seperi Vivo, Huawei, Xiaomi, dan Oppo yang melebarkan pasar internasionalnya menjadi aktor penting pertumbuhan pengapalan smartohone layar jumbo. Ditambah rumor iPhone yang diyakini akan membawa dua tipe iPhone XS dengan bentang layar di atas 6 inci.

Kendati demikian, IDC juga mencatat penurunan pada pasar China sebanyak 6,3 persen pada tahun 2018, dengan volume pengapalan yang anjlok 11 persen. Pada paruh kedua tahun ini, penurunan diprediksi hanya sebesar 2 persen, sebelum akhirnya kembali pesat pada 2019.

Baca juga: Pengiriman Ponsel China Meningkat Tipis

Wilayah Asia Pasifik masih memegang peranan penting dalam pertumbuhan pasar smartphone global, dengan India dan Indonesia sebagai pemimpin pasar. Kemungkinan, pertumbuhan pengapalan akan sebesar antara 14,4 persen dan 15,4 persen secara terus-menerus pada 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Digitimes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X