Samsung Ganti Strategi, Fitur Termutakhir Debut di Ponsel Kelas Menengah

Kompas.com - 05/09/2018, 20:08 WIB
Kotak kemasan Galaxy A8 Star berwarna putih dengan logo Galaxy A8 Star berwarna biru di bagian depan.
KOMPAS.com/ OIK YUSUFKotak kemasan Galaxy A8 Star berwarna putih dengan logo Galaxy A8 Star berwarna biru di bagian depan.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Pabrikan smartphone lazimnya lebih dulu menerapkan fitur dan teknologi terkini di produk kelas atas, baru kemudian “diturunkan” ke ponsel kelas menengah. Itu pula yang dilakukan oleh Samsung selama ini.

Ke depan, raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut hendak mengubah taktik. Demkianlah yang diungkapkan oleh kepala divisi mobile Samsung, DJ Koh, dalam sebuah wawancara.

“Saya telah mengubah strategi mulai tahun ini untuk mengawali kehadiran teknologi dan poin diferensiasi dari kelas menengah,” ujar Koh.

Dengan kata lain, fitur-fitur teranyar Samsung tak akan melulu hadir perdana di smartphone seri Galaxy S dan Note. 

Namun kenapa pula Samsung memutuskan perubahan langkah ini? Koh menjelaskan pihaknya ingin lebih merangkul konsumen muda dari kalangan millenial, yang dinilai lebih banyak berkutat dengan perangkat mid-end ketimbang flagship.

“Jadi, kami sangat berfokus ke millenial yang tidak bisa menjangkau produk flagship… itulah alasannya saya berusaha mendiferensiasi produk di papan tengah,” lanjut Koh dalam interview dengan CNBC itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Rabu (5/9/2018).

Samsung sendiri memiliki lini smartphone papan tengah dari seri Galaxy A dan J. Belakangan, sang raksasa Negeri Ginseng mengalami penurunan penjualan divisi mobile sebesar 20 persen pada kuartal kedua 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy J8, J6, dan J4

Penjualan perangkat high-end Galaxy S9 yang tak sesuai harapan dituding sebagai biang kerok di balik turunnya angka penjualan. 

Pada saat bersamaan, para vendor China seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi menggempur segmen menengah lewat aneka produk berspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau. Samsung pun ikut merasakan dampaknya.

Meskipun pasaran smartphone secara global melandai, beberapa wilayah seperti India dan negara-negara Asia Tenggara masih mencatat pertumbuhan. Konsumen di area-area ini cenderung lebih memilih perangkat yang lebih murah tapi masih relatif terjangkau.

Perangkat kelas menengah pertama Samsung yang dihasilkan dari kebijakan baru ini dijadwalkan bakal meluncur menjelang akhir 2018. Koh turut menjanjikan pihaknya akan lebih sering merilis perangkat kelas menengah setiap tahun. 

Baca juga: Harga iPhone dan Ponsel Android Kian Mahal? Ini Sebabnya



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X