Kompas.com - 15/09/2018, 12:49 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Go-Jek mengembangkan sayap ke Vietnam dengan merek baru bernama Go-Viet. Layanan ini dijalankan oleh perusahaan lokal Vietnam sebagai mitra strategis Go-Jek di negara tersebut.

Namun, Go-Viet tidak dibiarkan berjalan begitu saja oleh Go-Jek. CEO Go-Jek, Nadiem Makarim menceritakan bahwa pada awal pendirian Go-Viet, Go-Jek berupaya mentransfer budaya perusahaan sekaligus pengetahuan kepada tim asal Vietnam.

"Pertama kami undang seluruh pemimpin Go-Viet ke Indonesia, belajar dari situ. Lihat di lapangan apa yang terjadi, ujar Nadiem usai acara Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).

Tim Go-Viet, lanjut Nadiem, antara lain diminta mempelajari treatment Go-Jek kepada rekanan pengemudi, juga reaksi konsumen terhadap produk dan strategi yang diterapkan.

Setelah itu, Go-Jek ganti mengirimkan tim ke Vietnam untuk membantu tim Go-Viet dalam memulai layanannya di Vietnam. Anggota tim Go-Jek yang khusus datang ke Vietnam ini bukan hanya berasal dari Indonesia saja, namun juga India dan Singapura.

Go-Jek berekspansi ke Vietnam dengan layanan GoViet.KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya Go-Jek berekspansi ke Vietnam dengan layanan GoViet.
"Untuk membimbing mereka di semua step. Toolkit dan values kami ajari juga. Dari situ mereka belajar dan membangun identitas sendiri," imbuh Nadiem yang mengaku tak pernah menyangka Go-Jek bakal bisa berekspansi ke luar Indonesia.

Tak ada Go-Viet Tanpa Go-Jek

Setelah Vietnam, dalam waktu dekat, Go-Jek akan mengembangkan sayap ke Thailand, juga dengan merek baru yang bernama "Get" di Negeri Gajah Putih. Setelahnya, Filipina dan Singapura bakal menyusul, meski waktu persisnya belum ditentukan.

Baca juga: Grab Komentari Ekspansi Go-Jek ke Vietnam

Nadiem mengatakan, setelah ekspansi, tantangan terbesar bagi Go-Jek adalah bagaimana menyelaraskan organisasi yang sudah lintas negara dan melibatkan makin banyak orang. “Kita mungkin beda bahasa dan budaya, tapi spirit membangun bangsa harus sama.”

Kepemilikan Go-Viet sendiri dibagi antara Go-Jek dengan shareholder lokal di Vietnam, tapi Nadiem belum mau merinci berapa porsi yang dimiliki masing-masing pemegang saham.

Go-Jek mendukung operasional Go-Viet dari aspek penyediaan teknologi, pengetahuan operasional, serta pendanaan. Sementara, Go-Viet memberikan pemahaman mengenai pasar setempat di Vietnam.

Apabila nanti berhasil sukses, adakah kemungkinan Go-Viet bakal bisa berdiri sendiri, terpisah dari Go-Jek? Nadiem menjawab bahwa kedua pihak akan selalu terikat dalam kemitraan strategis. "Tak ada Go-Viet tanpa Go-Jek dan begitu juga sebaliknya," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.