Salah Langkah dan Ingkari Konsep, Alasan Path Tak Lagi Berkembang

Kompas.com - 18/09/2018, 12:04 WIB
Media sosial Path akan segera ditutup.Path Media sosial Path akan segera ditutup.

JAKARTA, KOMPAS.com – Jejaring sosial Path secara resmi menyatakan layanannya akan segera dihentikan dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan Path melalui laman juga akun resmi Twitter miliknya.

"The Last Good Bye!"

Menanggapi hal itu, para pengguna Path yang masih tersisa mendadak bernostalgia dengan kenangan saat kerap berbagi aktivitas di jejaring sosial yang identik dengan warna merah itu.

Ada yang membagikan tangkapan layar beberapa momen berharga di Path ke fitur berbagi cerita Instagram.

Ada pula yang ramai-ramai mengucapkan terima kasih melalui tagar #terimakasihPath di Twitter. Animo itu terbilang besar hingga membuat tagar tersebut menjadi posisi pertama trending topic Twitter Indonesia.

Baca juga: Tahapan Penutupan Path, dari Penarikan Aplikasi hingga Berhenti Total

Mengingkari konsep

Melihat fenomena tutupnya Path ini, pengamat media sosial, Nukman Luthfie, menyebut ini sebagai kesalahan Path di masa lalu.

"Kesalahan dia mengingkari konsepnya sendiri," kata Nukman melalui sambungan telepon Senin (17/9/2018) malam.

Path menambah kuota lingkar pertemanan yang semula hanya sejumlah 150 menjadi 500 akun. Penambahan ini dikarenakan adanya tekanan dari pengguna Indonesia untuk memperbesar kuota pertemanan.

Wajar saja, karena pengguna Path terbesar ada di Indonesia.

Baca juga: Path Akan Tutup Layanan, Ini 7 Fakta tentang Jejaring Sosial Itu..

Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, menyebut tutupnya Path disebabkan oleh kekeliruan yang dilakukan oleh Path sendiri.Nukman Luthfie Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, menyebut tutupnya Path disebabkan oleh kekeliruan yang dilakukan oleh Path sendiri.

Path menambah kuota lingkar pertemanan yang semula hanya sejumlah 150 menjadi 500 akun. Penambahan ini dikarenakan adanya tekanan dari pengguna Indonesia untuk memperbesar kuota pertemanan.

Wajar saja, karena pengguna Path terbesar ada di Indonesia.

Padahal, diferensiasi itulah yang membuat banyak pengguna media sosial, khususnya di Indonesia, beralih meninggalkan Twitter dan Facebook menuju Path.

Path dianggap lebih personal sehingga seseorang dapat berbagi dan mengutarakan apa saja tanpa merasa khawatir dibaca orang lain yang tidak begitu dikenalnya. Sebab, unggahan di Path hanya dilihat oleh orang-orang terdekatnya.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X