Salah Langkah dan Ingkari Konsep, Alasan Path Tak Lagi Berkembang

Kompas.com - 18/09/2018, 12:04 WIB
Kompas TV Survei CSIS dilakukan terhadap kaum milenial pengguna media sosial Twitter, Instagram, Facebook dan Path.

Wajar saja, karena pengguna Path terbesar ada di Indonesia.

Padahal, diferensiasi itulah yang membuat banyak pengguna media sosial, khususnya di Indonesia, beralih meninggalkan Twitter dan Facebook menuju Path.

Path dianggap lebih personal sehingga seseorang dapat berbagi dan mengutarakan apa saja tanpa merasa khawatir dibaca orang lain yang tidak begitu dikenalnya. Sebab, unggahan di Path hanya dilihat oleh orang-orang terdekatnya.

Selain itu, Path tidak mengeluarkan inovasi ap\a pun saat beberapa pesaing mulai muncul, seperti Snapchat dan Instagram yang memiliki berbagai fitur baru dan segar.

"Dia enggak ada fitur tambahan untuk mengantisipasi datangnya Snapchat dan berkembangnya Instagram. Apalagi Instagram sudah semakin seperti Snapchat, kan. Ya sudah, susah," ujar Nukman.

Baca juga: Netizen Ramai-ramai Bernostalgia dengan Path yang Akan Tutup...

Jadi bukan hal yang aneh ketika sekarang keberadaannya mulai ditinggalkan. Path tidak lagi memiliki keunggulan jika disandingkan dengan media sosial lainnya.’

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keunggulan utama Path itu kan 150 teman akrab, itu saja," kata Nukman.

Namun, hal itu sudah tidak ada lagi. Nukman menyebut, tutupnya Path murni karena aplikasi itu sudah ditinggalkan para penggunanya.

"Ini sudah enggak ekonomis lagi. Sudah enggak sanggup lagi," ujarnya.

Personal

Di awal kehadirannya, Path hadir dengan menawarkan diferensiasi yang menarik. Posisinya sebagai sebuah media sosial yang bersifat sangat personal berbeda dengan para pesaingnya saat itu, Facebook dan Twitter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.