Selain Path, Ini Tiga Jejaring Sosial yang Membuat Anda Bernostalgia.. - Kompas.com

Selain Path, Ini Tiga Jejaring Sosial yang Membuat Anda Bernostalgia..

Kompas.com - 18/09/2018, 20:50 WIB
Ilustrasi jejaring sosial tbhFacebook Ilustrasi jejaring sosial tbh

KOMPAS.com - Saat Path mengumumkan akan menghentikan layanan, seluruh pengguna jejaring sosial tersebut merasa kaget. Tidak banyak orang yang menyangka bahwa Path benar-benar tak lagi bisa digunakan pada 18 Oktober mendatang.

Path sendiri sudah menemani pengguna jejaring sosial sejak 2010. Saat itu, Path menghadirkan kesegaran dengan berbagai fitur andalan.

Bagi pengguna yang menginginkan jejaring sosial yang lebih personal, Path dianggap memberikan jawaban. Mereka dapat berbagi foto, pamer lokasi, atau menginformasikan buku yang dibaca hingga musik yang didengarkan kepada teman-temannya.

Namun, jika Path benar-benar hilang dan tak bisa lagi digunakan, tentu penggunanya hanya dapat bernostalgia.

Selain Path, masih ada beberapa jejaring sosial yang bisa membuat kita bisa bernostalgia sejenak. Sebagian di antaranya sudah tidak lagi aktif. Ada juga yang masih aktif namun jarang digunakan.

Berikut daftarnya

1. Friendster

Ilustrasi media sosial FriendsterGAWKER.com Ilustrasi media sosial Friendster

Bisa jadi Friendster merupakan jejaring sosial pertama yang kita kenal dan gunakan. Jejaring sosial yang banyak dikenal dengan sebutan FS ini kali pertama meluncur pada 22 Maret 2002.

FS dikenal sebagai jejaring sosial pertama yang memiliki basis pengguna di negara berbahasa Inggris, kemudian menyebar ke Asia.

Pada awalnya, FS dikenal dengan layanan yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan saling menuliskan testimonial atau pesan.

Kemudian, Friendster mengembangkan layanan berupa blog. Pengguna bisa menggunakan jejaring sosial ini layaknya situs blog seperti Wordpress atau Tumblr.

Dilansir dari TechCrunch, pada 2009 jejaring sosial Friendster akhirnya resmi dijual ke sebuah perusahaan Malaysia, MOL Global Pte Ltd. Ini merupakan bagian dari MOL AccessPortal Berhad yang merupakan penyedia solusi pembayaran online terbesar di Malaysia.

Pemilik saham terbesar MOL adalah Tan Sri Vincent Tan, Chairman dan CEO Berjaya Corporation Berhad. Konglomerasi Negeri Jiran tersebut punya pendapatan tahunan 1,8 miliar dollar AS. Dalam akuisisi ini, MOL akan mengambil alih 100 persen kepemilikan Friendster.

MOL mengintegrasikan layanan jejaring sosial online tersebut dengan jaringan ritel online-nya untuk menggarap pasar komunitas pengguna khususnya di Asia.

Namun, pada 2011, perusahaan ini mengalihkan dirinya menjadi situs permainan sosial dan menghapus layanan jejaring sosial dan blog. Situs baru ini fokus kepada akses hiburan dan kesenangan.

Lebih dari 8,2 juta pengguna terdaftar dan berkomunikasi setiap harinya. Namun karena penghapusan layanan jejaring sosial, pengguna lama-lama turun. Pada pertengahan 2015, media sosial tersebut benar-benar tutup.

Pengguna akhirnya lebih memilih menggunakan akses Facebook yang lebih leluasa dan bebas dalam jaringan pertemanan. Akhirnya eksistensi Friendster surut.

2. MySpace

Ilustrasi MyspaceIst Ilustrasi Myspace

Myspace merupakan jejaring sosial yang bisa dianggap pionir, yaitu kali pertama diluncurkan pada 2003. Penciptanya adalah Thomas Anderson dan Christopher DeWolfe yang membuat perusahaan berbasis di Beverly Hills, California.

Bersama dengan Facebook, Myspace berkompetisi dalam hal jumlah pengguna. Dengan mengandalkan fasilitas dan fitur pertemanan, pada 2006 Myspace menjadi jaringan paling populer di Amerika Serikat.

Asyiknya lagi, pengguna Myspace bisa melihat tampilan video via ponsel. Bahkan, penggunaan video mobile MySpace bisa mengalahkan video streaming di YouTube.

Myspace termasuk jejaring sosial yang penuh aplikasi. Hingga Maret 2008, sebanyak 2,1 juta aplikasi dipasang untuk komunitas MsSpace. Salah satunya, truth box untuk komunikasi.

Dalam sehari, tercatat sekitar 117 juta pengunjung menyambangi Myspace. Kemudian, pada awal 2008, tercatat bahwa sebagian besar pengguna Myspace paling banyak bermukim di AS. Di Indonesia sendiri situs ini tidak begitu populer.

Awalnya, Myspace menghadirkan layanan yang memungkinkan pengguna untuk menggambarkan suasana hatinya. Hampir seperti Mxit, jejaring ini bisa memberikan informasi suasana hatinya kepada pengguna lain.

Pada 2011, jejaring sosial MySpace beralih tangan ke perusahaan media digital Specific Media, yang membeli situs ini dari News Corp. Sebagai bagian dari kesepakatan, News Corp akan mendapatkan saham ekuiti minoritas Specific Media.

Sampai saat ini Myspace masih hidup, tetapi terkhusus bagi para pehobi musik dan pop-culture yang dianggap telah tersegmentasi alias meraih pasar tertentu.

Pengguna aktif bulanannya sekitar 15 jutaan.

3. Google Buzz

ilustrasi Google Buzzvia GIZMODO ilustrasi Google Buzz
Jaringan sosial ini merupakan jejaring sosial yang dibuat oleh Google pada Februari 2010. Layanan ini tidak berdiri sendiri, tetapi langsung terintegrasi dengan layanan Gmail

Google Buzz menyediakan fitur yang memungkinkan para pemakai Gmail kini dapat dengan cepat berbagi pesan, tautan situs, dan foto dengan rekan mereka sesama pengguna Gmail.

Google menyebutnya berbagi ide karena menyediakan fitur seperti pesan Twitter, tetapi tanpa batasan karakter.

Selain itu, juga ada fitur berbagi foto dan video serta update dari berbagai layanan yang sudah dipakai, seperti Twitter, Picasa, Flickr, dan Google Reader.

Layanan ini bisa diakses melalui smartphone, khususnya aplikasi khusus untuk Android, platform terbuka yang dikembangkan Google.

Google Buzz juga diintegrasikan ke dalam layanan Google Maps sehingga aktivitas sesama pengguna bisa terlihat di peta.

Belum lama berkembang, pada 2011 Google mengumumkan untuk menutup Google Buzz.

Kompas TV Situs jejaring sosial Facebook resmi melarang penayangan iklan uang virtual seperti Bitcoin. Facebook menilai iklan Bitcoin cenderung menyesatkan konsumen.

 

 

 

 

 

 


Close Ads X