Selain Path, Ini Tiga Jejaring Sosial yang Membuat Anda Bernostalgia..

Kompas.com - 18/09/2018, 20:50 WIB
ilustrasi Google Buzz via GIZMODOilustrasi Google Buzz

Dalam sehari, tercatat sekitar 117 juta pengunjung menyambangi Myspace. Kemudian, pada awal 2008, tercatat bahwa sebagian besar pengguna Myspace paling banyak bermukim di AS. Di Indonesia sendiri situs ini tidak begitu populer.

Awalnya, Myspace menghadirkan layanan yang memungkinkan pengguna untuk menggambarkan suasana hatinya. Hampir seperti Mxit, jejaring ini bisa memberikan informasi suasana hatinya kepada pengguna lain.

Pada 2011, jejaring sosial MySpace beralih tangan ke perusahaan media digital Specific Media, yang membeli situs ini dari News Corp. Sebagai bagian dari kesepakatan, News Corp akan mendapatkan saham ekuiti minoritas Specific Media.

Sampai saat ini Myspace masih hidup, tetapi terkhusus bagi para pehobi musik dan pop-culture yang dianggap telah tersegmentasi alias meraih pasar tertentu.

Pengguna aktif bulanannya sekitar 15 jutaan.

3. Google Buzz

Jaringan sosial ini merupakan jejaring sosial yang dibuat oleh Google pada Februari 2010. Layanan ini tidak berdiri sendiri, tetapi langsung terintegrasi dengan layanan Gmail

Google Buzz menyediakan fitur yang memungkinkan para pemakai Gmail kini dapat dengan cepat berbagi pesan, tautan situs, dan foto dengan rekan mereka sesama pengguna Gmail.

Google menyebutnya berbagi ide karena menyediakan fitur seperti pesan Twitter, tetapi tanpa batasan karakter.

Selain itu, juga ada fitur berbagi foto dan video serta update dari berbagai layanan yang sudah dipakai, seperti Twitter, Picasa, Flickr, dan Google Reader.

Layanan ini bisa diakses melalui smartphone, khususnya aplikasi khusus untuk Android, platform terbuka yang dikembangkan Google.

Google Buzz juga diintegrasikan ke dalam layanan Google Maps sehingga aktivitas sesama pengguna bisa terlihat di peta.

Belum lama berkembang, pada 2011 Google mengumumkan untuk menutup Google Buzz.

Kompas TV Situs jejaring sosial Facebook resmi melarang penayangan iklan uang virtual seperti Bitcoin. Facebook menilai iklan Bitcoin cenderung menyesatkan konsumen.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X