Tak Mau Mati di Kantor, Alasan Jack Ma Tinggalkan Alibaba

Kompas.com - 21/09/2018, 20:04 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Awal bulan ini, raksasa e-commerce asal China, Alibaba, mengumumkan rencana suksesi kepemimpinan di perusahaan. Pendiri Alibaba, Jack Ma bakal mundur sebagai chairman pada September 2019, untuk digantikan Daniel Zhang yang kini menjabat CEO.

Jack Ma bakal mendampingi Zhang dalam waktu 12 bulan sebelum mundur untuk memuluskan proses transisi. Setelahnya, dia mengatakan tak bakal kembali ke Alibaba untuk memimpin perusahaan, biarpun penerusnya mengalami kesulitan.

“Saya tak mau mati di kantor,” kata Ma menjelaskan alasannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Jumat (21/9/2018).

“Saya tak bakal kembali karena saya tak merasa telah meninggalkan,” imbuh Ma dalam bahasa Mandarin, berbicara dalam konferensi World Economic Forum di Tianjin, China, pekan ini.

Ma memang berencana terus berkomunikasi dengan Alibaba setelah mundur nanti, disamping akan tetap menjadi anggota dewan direksi Alibaba hingga pertemuan tahunan para pemegang saham pada 2020 mendatang.

Usai tak lagi menjabat sebagai Executive Chairman, Ma yang mantan guru itu ingin fokus untuk hal lain di luar Alibaba, termasuk kegiatan filantrofi dan edukasi yang selama ini menjadi kesukaannya.

Baca juga: Daniel Zhang Gantikan Jack Ma Pimpin Alibaba, Ini Profilnya

Ma mengibaratkan Alibaba sebagai seorang anak yang dirawatnya sejak kecil. “Anak” itu kini sudah tumbuh dewasa dan harus bisa terjun menghadapi sendiri aneka ujian di masyarakat.

“Orang tuanya tetap ada, tapi sang ‘anak’ harus mengalami sendiri,” ujar Ma. “Saya punya rencana dalam 15 tahun ke depan, soal ‘anak’ mana lagi yang ingin saya rawat. Mungkin ‘anak-anak’ ini lebih membutuhkan saya (ketimbang Alibaba).”

Untuk masa depannya, Ma memiliki impian sederhana. Dia membayangkan diri sedang bersantai di tepi pantai saat berumur 80an atau 90an tahun.

“Lalu saya menyalakan radio dan mendengar bahwa Alibaba berkiprah cemerlang. Itu akan membuat saya sangat bahagia,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X