Ini Dia Petinggi WhatsApp yang Bertugas Menerima Laporan Hoaks

Kompas.com - 25/09/2018, 17:32 WIB
Ilustrasi WhatsApp. IstIlustrasi WhatsApp.

KOMPAS.com - Berita salah dan hoaks yang mudah menyebar via WhatsApp menjadi dalang rangkaian pembunuhan yang terjadi di India beberapa waktu lalu. Pemerintah India secara khusus meminta aplikasi layanan instan itu untuk berbenah.

WhatsApp diminta untuk memperbaiki fiturnya demi membantu menghentikan aksi pembunuhan yang diakibatkan prasangka dari hoaks di WhatsApp. Beberapa fitur mulai ditelurkan, seperti pembatasan pesan terusan (forwarding).

Untuk semakin memperketat sebaran hoaks, WhatsApp baru saja mengangkat pejabat baru untuk layanan aduan pengguna. Tugasnya adalah menampung semua keluhan pengguna WhatsApp, termasuk tentang hoaks dan berita palsu.

Tugas itu diamanahkan ke Komal Lahiri. Dalam profil LinkedIn-nya, Lahiri menjabat sebagai Senior Director of Global Customer Operations and Localisation di WhatsApp sejak Maret 2018. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Director, Product Planning and Operations of Shared Service di Facebook sejak 2014.

Kemudian Lahiri menjadi Senior Director of Community Operations and Head of Community Support Facebook selama dua tahun sembilan bulan.

Baca juga: Hoaks Penjual Organ Tubuh Viral di WhatsApp, Picu Kekerasan Massal di India

WhatsApp mengatakan jika Lahiri, tetap akan berkantor di Menlo Park, California, kantor pusat WhastApp. Cara pengaduan hoaks di India kurang lebih sama dengan layanan aduan yang banyak diterapkan perusahaan AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komal Lahiri, pejabat WhatsApp yang khusus menangani konten hoaks.The Quint Komal Lahiri, pejabat WhatsApp yang khusus menangani konten hoaks.
"Untuk mengontak Petugas Aduan, kirim e-mail berisi keluhan atau aduan dengan bubuhan tanda tangan elektronik," jelas WhatsApp.

Jika pengguna ingin menghubungi kontak tertentu, WhatsApp mempersilakan penguna untuk menyertakan nomor ponsel termasuk kode negara dalam format internasional yang lengkap.

Dilansir KompasTekno dari Mashable, Selasa (25/9/2018), belum diketahui apakah Lahiri hanya akan menampung keluhan dari pengguna WhatsApp di India saja, atau meliputi pengguna global.

Belum diketahui pula apakah nantinya Lahiri akan mengepalai divisi khusus untuk menangkal sebaran hoaks di India atau tidak. WhatsApp, dalam pernyataannya juga tidak menyebut akan melacak penyebar hoaks dan berita palsu di India.

Tindak lanjut

Penunjukan Lahiri merupakan langkah terusan setelah pertemuan antara CEO WhatsApp, Chris Daniels dan Menteri Informasi dan Teknologi India, Ravi Shankar Prasad bulan lalu.

Dalam pertemuannya, Ravi mengajukan beberapa hal ke anak perusahaan Facebook itu. Di antaranya adalah mencari cara untuk melacak pengirim pesan palsu yang beredar di platform, menunjuk petugas layanan aduan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks, dan mematuhi segala hukum serta aturan di India.

Baca juga: Dinilai Picu Pembunuhan, India Ancam Bakal Menindak WhatsApp

Untuk permintaan pertama, WhatsApp mengaku tidak bisa memenuhi hal itu, karena layanan tersebut dilindungi enkripsi, yang tidak memungkinkan untuk mengakses data tersebut.

Di negara berkembang seperti India dan Indonesia, WhatsApp tak hanya menjadi platform berkirim pesan, namun menjadi cara termudah pengguna mendapatkan berita.

Sebab itu, WhatsApp memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi penggunanya dan mengubah fitur untuk tetap menjaga penyebaran berita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber MASHABLE
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.