Mantan Moderator Konten Tuntut Facebook, Pekerjaan Bikin Trauma

Kompas.com - 26/09/2018, 16:41 WIB

KOMPAS.com - Seorang perempuan yang bekerja sebagai moderator konten di Facebook menuntut sang jejaring sosial. Ia mengatakan Facebook gagal menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi pegawainya.

Hal ini secara spesifik terkait kesehatan mental para pegawai di divisinya. Ia dan para moderator konten lain harus berhadapan dengan ribuan gambar tak senonoh setiap harinya.

Ada yang bermuatan kekerasan seksual terhadap anak, hingga penganiayaan lainnya dalam berbagai bentuk. Menurut sang pegawai bernama Selena Scola, konten-konten tersebut membekaskan trauma khusus bagi dirinya dan para pegawai lain sehingga mengalami gangguan stres.

Selena Scola bekerja di Facebook sejak Juni 2017 lalu. Ia merupakan pegawai kontrak dari “Pro Unlimited”, yakni perusahaan tenaga kerja berbasis Florida yang bermitra dengan Facebook.

Baca juga: Pedagang Indonesia Juara di Instagram, Facebook dan WhatsApp Kedua se-Asia

Menanggapi hal ini, Facebook mengatakan seluruh pegawainya memiliki akses tanpa batas ke fasilitas kesehatan mental. Mereka bisa berkonsultasi dengan para ahli terkait tingkat stres yang diderita.

“Kami sadar pekerjaan sebagai moderator konten akan sulit. Karenanya, kami menyediakan dukungan yang serius ke para pegawai, mulai dari pelatihan, berbagai manfaat khusus, hingga akses ke fasilitas psikologis,” kata perwakilan Facebook.

“Semuanya tersedia secara in-house. Ada banyak pula area-area relaksasi di fasilitas kami agar pegawai tak stres,” ia menambahkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (26/9/2018), dari BBC.

Facebook menghadapi banyak tekanan dari masyarakat terkait perannya yang turut menyebar berita palsu dan konten negatif. Karenanya, Facebook berkomitmen semakin banyak memperkerjakan moderator konten untuk memberantas hal-hal negatif dari platform-nya.

Hingga kini ada 7.500 moderator konten di Facebook, terbagi atas pegawai tetap dan kontraktor. Selain itu, Facebook juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mereduksi konten negatif.

.

.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.