Cerita Pendirian Instagram yang Terinspirasi Kamera Plastik Murah

Kompas.com - 26/09/2018, 20:16 WIB
Ilustrasi Instagram IstIlustrasi Instagram

KOMPAS.com - Layanan berbagi konten visual Instagram ditinggal dua pendirinya, Kevin Systrom dan Mike Krieger. Pengumumannya disampaikan pada Senin (24/9/2018) kemarin.

Tentu tak mudah bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk melepas “anak” yang mereka lahirkan dan kembangkan dari nol hingga menjadi raksasa seperti sekarang.

Menurut Kevin Systrom, ide menciptakan Instagram berasal dari hal yang sangat simpel, yakni kamera analog plastik “Holga”. Kamera tersebut masih dijual hingga sekarang dengan kisaran harga 40 dollar AS (Rp 577.000-an).

Meski murah, Holga memberikan filosofi yang mendalam bagi Kevin Systrom. Semua bermula ketika Kevin Systrom menempuh pendidikan di Italia dan bertemu profesornya bernama Charlie.

Belajar mencintai ketidaksempurnaan

Charlie tahu betul bahwa Kevin Systrom adalah orang yang perfeksionis. Suatu ketika, ia meminta Kevin Systrom berhenti menggunakan kamera profesional yang mahal dan memberikan Holga sebagai gantinya.

Baca juga: Dominasi Mark Zuckerberg Jadi Penyebab Pendiri Instagram Mundur?

Kevin Systrom terkejut dengan permintaan Charlie. Terlebih setelah melihat dan menggenggam Holga yang memang seperti kamera mainan. Profesornya mengatakan lensanya terbuat dari plastik dan cahayanya bisa bocor ke mana-mana jika tak hati-hati.

“Kau perlu untuk belajar mencintai ketidaksempurnaan,” begitu kata yang dilontarkan Charlie dan kemudian dicontohkan kembali oleh Kevin Systrom dalam sebuah wawancara.

Dari situ ia belajar menggunakan dan mencintai estetika Holga dengan hasil foto berformat kotak (square). Ia pun mengembangkan sendiri rol film dari jepretannya. Terkadang ia menambahkan bahan kimia tertentu untuk mendapatkan efek khusus.

Kevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri) berdiri di tengah-tengah pegawai InstagramInstagram Kevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri) berdiri di tengah-tengah pegawai Instagram
“Jika kalian perhatikan, ada koneksi antara Instagram dengan Holga. Misalnya hasil foto (yang awalnya) kotak dan beragam filter foto,” ia menuturkan.

Menurut Kevin Systrom, produk terbaik dibikin berdasarkan pengalaman pribadi dari penggalan-penggalan masa lalu yang digabungkan dan menawarkan esensi bernilai baru.

Dari Burbn hingga Instagram

Tentu saja perjalanan Kevin Systrom cukup panjang dari masa-masa Holga tersebut hingga mendirikan Instagram. Ia lebih dulu melalang buana sebagai pekerja Google pada 2006 dan sempat membuat startup sendiri bernama “Burbn”.

Burbn ini adalah cikal bakal lahirnya Instagram. Pada dasarnya, Burbn adalah aplikasi check-in ketika pengguna ingin berlibur ke luar kota atau negeri.

Kala itu sudah mulai banyak investor yang tertarik, akhirnya Kevin Systrom mengajak kolega lamanya, Mike Krieger, untuk sama-sama mengembangkan Burbn.

Meski awalnya menjanjikan, Burbn ternyata tak mampu mempertahankan popularitas. Alhasil, Kevin Systrom dan Mike Krieger memutuskan fokus ke fitur foto yang diunggah pengguna ketika check-in di lokasi tertentu.

Baca juga: Karyawan Facebook dan WhatsApp, Satu Atap Tapi Tak Harmonis

Tak dinyana, banyak pengguna yang suka dengan mekanisme berbagi konten foto dengan berbagai filter ala Holga. Instagram lantas resmi diperkenalkan sebagai aplikasi berbagi konten foto pada 2010.

Istirahat demi mencari inspirasi

Delapan tahun kemudian, ia dan Mike Krieger memutuskan angkat kaki dari perusahaan yang mereka dirikan sendiri. Sekarang Instagram secara penuh di bawah kendali Mark Zuckerberg selaku CEO dan pendiri Facebook yang mengakuisisi Instagram pada 2012 silam.

Kevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri)Tech Crunch Kevin Systrom (kanan) dan Mike Krieger (kiri)
“Kami bertumbuh dari 13 pegawai awal hingga kini memiliki ribuan dengan kantor cabang di seluruh dunia," kata Kevin Systrom dalam pengumuman pengunduran dirinya.

"Kami menciptakan produk yang digunakan dan dicintai lebih dari 1 triliun orang. Sekarang waktunya untuk membuka lembaran baru,” imbuhnya.

Namun, ia dan Mike Krieger tak akan berhenti berkarnya. Mereka sesumbar bakal beristirahat untuk sementara waktu, lalu mengeksplor kreativitas dan rasa penasaran mereka akan hal-hal baru.

“Kami ingin memahami kembali apa yang menginspirasi kami dan menyatukannya dengan apa yang dibutuhkan dunia. Itu rencana kami,” ia memungkasi.

.

.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X