Kecepatan Streaming Video Diuji Global, Indonesia Termasuk Paling Buruk

Kompas.com - 27/09/2018, 10:11 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Video semakin jamak ditonton lewat perangkat mobile seperti smartphone. Penyedia perangakat telekomunikasi Ericsson memperkirakan 75 persen traffic internet seluler pada 2023 bakal dikuasai oleh jenis konten ini. 

Di Indonesia, kondisi internet mobile rupa-rupanya masih termasuk urutan terbawah dunia untuk urusan menonton video.

Setidaknya begitulah menurut laporan berjudul The State of Mobile Video (September 2018) yang dirilis oleh lembaga riset Open Signal.

Laporan Open Signal menunjukkan bahwa koneksi download internet mobile di Indonesia secara keseluruhan -berdasar kecepatan rata-rata serta ketersediaan jaringan 3G dan 4G- hanya mencapai 6,6 Mbps.

Angka yang diraih itu hanya lebih tinggi dari beberapa negara berkembang lain, yakni Thailand, Kamboja, Filipina, Pakiskan, dan India. Jauh di bawah negara-negara yang terkenal memang memiliki internet kencang seperti Korea Selatan (45 Mbps) dan Singapura (38 Mbps). 

Posisi Indonesia di ranking kualitas menonton video lewat internet mobile, menurut Open Signal dalam laporan The State of Mobile Video (September 2018). Open Signal Posisi Indonesia di ranking kualitas menonton video lewat internet mobile, menurut Open Signal dalam laporan The State of Mobile Video (September 2018).
Walhasil, nilai “pengalaman menonton video” di Indonesia pun termasuk paling kecil dengan skor 45,59, di bawah negara-negara lain di kawasan ASEAN kecuali Kamboja dan Filipina yang duduk di urutan bontot. 

Open Signal mengukur nilai kualitas  “pengalaman menonton video” berdasarkan kriteria yang diusun oleh lembaga Internatioal Telecommunication Union (ITU), meliputi kualitas gambar, waktu loading, dan frekuensi video tersendat (stalling). 

Untuk metodologinya, Open Signal mengumpulkan dari aplikasi smartphone bikinannya sendiri dan bikinan rekanan secara otomatis.

Sebanyak 87 miliar pengukuran dari 8 juta perangkat di seluruh dunia dikumpulkan dalam periode antara 14 Mei hingga 11 Austus 2018 untuk laporan The State of Mobile Video edisi September 2018.

Cepat tak berarti baik

Meski ada korelasi antara kecepatan downlink dan kualitas pengalaman menonton video, Open Signal turut menemukan bahwa negara-negara yang memiliki internet seluler kencang tak dengan sendirinya memberika pengalaman menonton yang baik pula. 

“Begitu sebuah negara melewati kecepatan download keseluruhan 15 Mbps, kecepatan koneksi hanya berpengaruh sedikit terhadap kualitas streaming video,” tulis Open Signal dalam laporannya, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Kamis (27/9/2018).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X