Kompas.com - 28/09/2018, 09:19 WIB
Ilustrasi orang sedang menggunakan drone DJI Mavic Pro SHUTTER STOCKIlustrasi orang sedang menggunakan drone DJI Mavic Pro
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar drone di Indonesia disebut semakin menguat. Salah satu pemicunya yang diyakini memberi efek besar adalah keberadaan media sosial yang semakin digandrungi banyak pengguna.

Menurut Marketing & Communication Director Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo, hal ini tak lain dikarenakan media sosial menjadi salah satu tempat untuk menunjukkan eksistensi.

Foto dramatis dengan sudut pandang unik yang diinginkan pengguna membuat drone semakin dicari banyak orang.

"Perkembangan media sosial ini sangat berpengaruh besar pada pasar drone. Di medsos, selfie itu memang menarik tapi kurang dramatis. Makanya drone jadi pilihan untuk mengambil angle itu," ungkap Djatmiko di sela-sela peluncuran DJI Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom di kawasan Senayan, Kamis (27/9/2018).

Ia menuturkan selain perkembangan media sosial, seperti Instagram dan Facebook, ada pula industri baru yang membuat drone semakin laris di pasar. Industri baru tersebut yakni keberadaan blogger dan vlogger.

Baik vlogger maupun blogger kini menjadi sebuah profesi, sebuah peluang untuk mendulang uang sehingga diperlukan alat yang mampu menghasilkan gambar dengan angle yang bagus. Karena itulah drone meski dibanderol dengan harga cukup tinggi tetap bisa laku dijual.

"Itu adalah komunitas yang memerlukan dukungan device yang cukup bagus. Drone ini jadi salah satu sarana untuk mendukung hal-hal seperti itu. Kalau yang pertama tadi sifatnya pribadi, yang ini sifatnya profesional," lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: DJI Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom Resmi Masuk Indonesia, Harganya?

Faktor ketiga menurut Djatmiko yang membuat pesawat nirawak ini semakin laris adalah karena perangkat tersebut sudah jadi bagian dari gaya hidup.

Ada semakin banyak orang yang hobi dengan drone baik itu untuk fotografi maupun sekadar menerbangkan drone untuk kesenangan.

"Ketiga, soal gaya hidup. Artinya ya hobi. Ketika kita ngomong tentang hobi ada banyak seperti fotografi, dll. Yang saya sebutkan tadi berkembang pesat. Makanya kebutuhan drone ini juga berkembang," kata Djatmiko.

Ia pun menuturkan pembeli dari pesawat nirawak ini ada dari beberapa segmen. Berbeda produk maka beda pula segmennya.

Drone dengan fitur lengkap kerap dibeli oleh para profesional karena memang menunjang pendapatan. Sedangkan pengguna yang sekadar ingin selfie atau mengambil gambar untuk hobi, drone yang dibeli yakni kelas menengah dan bawah.

"Ada pasarnya masing-masing. Penjualan drone itu seperti piramida, makin mahal dan lengkap fiturnya, makin mengerucut," ungkapnya.

Baca juga: Akhir Cerita Naruto, Sang Monyet Indonesia Pengambil Selfie

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.