Mi Fans Tuntut Xiaomi karena Tak Diajak Makan Malam

Kompas.com - 28/09/2018, 11:11 WIB
CEO Xiaomi, Lei Jun berforo bersama Mi Fans di Indonesia, usai peluncuran Redmi 5A di Jakarta, Rabu (20/12/2017).Oik Yusuf/KOMPAS.com CEO Xiaomi, Lei Jun berforo bersama Mi Fans di Indonesia, usai peluncuran Redmi 5A di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

KOMPAS.com - Xiaomi selama ini dikenal sebagai pabrikan smartphone yang dekat dengan para penggunanya atau diistilahkan “Mi Fans”. Tak heran jika para Mi Fans sangat loyal dan rela membela Xiaomi mati-matian di seantero jagat maya.

Namun, baru-baru ini seorang Mi Fans menuntut Xiaomi hingga ke meja hijau. Alasannya simpel, Xiaomi tak menepati janji mengajak Mi Fans bernama Mr Yang tersebut makan malam dengan sang pendiri, Lei Jun.

Mr Yang bercerita bahwa ia mengikuti kompetisi yang digelar Xiaomi pada Agustus 2017 lalu. Kompetisi itu mengajak para Mi Fans menjual lini smartphone hingga mencapai target tertentu.

Beberapa di antaranya, menjual 300 unit Mi 5X, 300 unit Redmi Note 5A, atau 400 unit gabungan Mi 5X dan Redmi Note A. Peserta kompetisi hanya disuruh memilih satu dari tiga opsi yang tersedia.

Periodenya dari 3 Agustus 2017 hingga 31 Desember 2017. Mr Yang mengklaim telah menjual 523 unit Redmi Note 5A selama periode lomba yang ditentukan.

Akan tetapi, ketika menghubungi Xiaomi, vendor asal China itu tak menggubrisnya. Menurut Mr Yang, kejadian ini tak cuma melukai perasaannya, tetapi juga memperlihatkan buruknya manajemen Xiaomi dalam mematuhi kontrak.

Baca juga: Guyonan CEO Xiaomi di Bekasi, Semua Orang Indonesia Jutawan

Ia sesumbar informasi soal kompetisi menjual smartphone Xiaomi digembar-gemborkan melalui toko online. Lomba itu dijanjikan dan secara hukum terikat, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (28/9/2018), dari GadgetsNow.

Mr Yang menuntut Xiaomi sebesar 24.000 yuan atau setara Rp 50 jutaan sebagai kompensasi. Hingga kini Xiaomi masih bungkam soal tuntutan yang diterima.

Baca juga: Foto Bos Xiaomi Menunggang Motor Jadi Kontroversi

Kasus hukum yang diajukan Mr Yang ini diterima oleh Pengadilan Haidian di China. Hingga kini proses hukum masih berlanjut dan penyelidikan terus digencarkan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X