DJI Butuh 2 Tahun untuk Perbarui Drone Mavic Pro

Kompas.com - 28/09/2018, 12:33 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2016 pabrikan wahana terbang nirawak asal China, DJI, merilis drone baru bernama Mavic Pro.

Produk ini jadi drone pertama milik DJI yang keempat rotornya bisa dilipat hingga hanya menjadi seukuran telapak tangan.

Produk ini sempat menjadi favorit para pecinta drone karena ukurannya yang ringkas dan lebih mudah dibawa. Kemudian pada Agustus 2018, DJI resmi memperkenalkan penerus Mavic Pro yakni Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom.

Butuh waktu dua tahun bagi DJI untuk memperbarui seri Mavic Pro, mengapa demikian?

Menurut Kevin On, Director of Communication DJI, memang ada upaya yang lebih keras untuk membuat penerus Mavic Pro ini. Pasalnya DJI membuat dua produk sekaligus sebagai penerus Mavic Pro seri pertama.

Kemudian dibutuhkan waktu untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut lantaran Mavic 2 Pro merupakan kolaborasi pertama dengan Hasselblad, produsen kamera medium-format.

"Kami perlu waktu untuk research dan development, untuk bikin dua produk sekaligus. Ada prosesnya. Apalagi ini adalah kolaborasi pertama dengan Hasselbland agar dapat sinkron dengan produk ini," ungkap Kevin kepada KompasTekno saat peluncuran Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom di kawasan Senayan, Kamis (27/9/2018).

Ia pun mengatakan tak ada isu atau kendala khusus ketika membuat wahana terbang ini. Hanya saja kesulitan yang dihadapi yakni ketika DJI harus menyematkan fitur yang lebih banyak ketimbang Mavic Pro pertama tapi tidak mengubah ukuran menjadi terlalu besar.

"Tidak ada masalah atau isu khusus. Memang ada prosesnya. Dengan ukuran segini (sebesar telapak tangan), harus bisa masuk banyak tambahan hardware dan fitur. Ini yang butuh waktu untuk memasukkan semuanya," lanjut Kevin.

Baca juga: DJI Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom Resmi Masuk Indonesia, Harganya?

Kendati demikian Kevin merasa jangka waktu dua tahun tidaklah terlalu lama untuk memperbarui sebuah drone dengan versi anyar dan waktu yang ditempuh ini masih berada dalam ukuran yang sangat wajar.

"Effort untuk inovasi, itu yang penting. Saya kira lama atau tidaknya waktu untuk memperbarui produk sangatlah relatif. Ini masih dalam tahap yang wajar," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macam-Macam Aplikasi Perkantoran dan Fungsinya

Macam-Macam Aplikasi Perkantoran dan Fungsinya

Software
Jadwal Update ColorOS 13 untuk Pengguna HP Oppo di Indonesia

Jadwal Update ColorOS 13 untuk Pengguna HP Oppo di Indonesia

Software
7 Trik Mengatasi Patah-patah saat Main Free Fire

7 Trik Mengatasi Patah-patah saat Main Free Fire

Software
5 Perbedaan Grup dan Komunitas WhatsApp, Mulai Komposisi Anggota hingga Cara Mengelolanya

5 Perbedaan Grup dan Komunitas WhatsApp, Mulai Komposisi Anggota hingga Cara Mengelolanya

Software
Arti Kata Gaslighting yang Jadi Word of The Year 2022

Arti Kata Gaslighting yang Jadi Word of The Year 2022

Internet
Polisi China Razia Ponsel Warga , Cek Aplikasi Instagram, Twitter, Telegram Warga

Polisi China Razia Ponsel Warga , Cek Aplikasi Instagram, Twitter, Telegram Warga

Gadget
Daftar Lengkap Harga Set Top Box TV Digital, Mulai Rp 100.000

Daftar Lengkap Harga Set Top Box TV Digital, Mulai Rp 100.000

e-Business
33 Set Top Box Harga Rp 200.000-an buat Nonton Siaran TV Digital

33 Set Top Box Harga Rp 200.000-an buat Nonton Siaran TV Digital

Hardware
15 Hal tentang Migrasi TV Analog ke TV Digital yang Wajib Diketahui

15 Hal tentang Migrasi TV Analog ke TV Digital yang Wajib Diketahui

e-Business
Miliarder dan Bos Kripto Rusia Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Miliarder dan Bos Kripto Rusia Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

e-Business
TV Digital Tidak Ada Sinyal Siaran? Begini 4 Cara Mengatasinya

TV Digital Tidak Ada Sinyal Siaran? Begini 4 Cara Mengatasinya

e-Business
Siaran TV Analog Resmi Dimatikan di Bandung, Batam, Semarang, Solo, Yogya, dan Surabaya

Siaran TV Analog Resmi Dimatikan di Bandung, Batam, Semarang, Solo, Yogya, dan Surabaya

Internet
Peluncuran Xiaomi 13 Ditunda Karena China Berduka

Peluncuran Xiaomi 13 Ditunda Karena China Berduka

Gadget
[POPULER TEKNO] Cara Buat Spotify Wrapped 2022 | Infinix Zero 5G 2023 Harga Rp 3 Jutaan | Akhir Perseteruan Elon Musk Vs Apple

[POPULER TEKNO] Cara Buat Spotify Wrapped 2022 | Infinix Zero 5G 2023 Harga Rp 3 Jutaan | Akhir Perseteruan Elon Musk Vs Apple

Internet
45 Link Download Twibbon Hari Disabilitas Internasional 2022 dan Cara Pakainya

45 Link Download Twibbon Hari Disabilitas Internasional 2022 dan Cara Pakainya

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.