Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Sulteng Sudah Normal - Kompas.com

Telkomsel: Layanan SMS dan Telepon di Sulteng Sudah Normal

Kompas.com - 01/10/2018, 14:48 WIB
Petugas Telkomsel sedang melakukan pemeliharaan BTS rutin di wilayah Entikong, Kalimantan. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia.aDok Humas Telkomsel Petugas Telkomsel sedang melakukan pemeliharaan BTS rutin di wilayah Entikong, Kalimantan. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia.a

KOMPAS.com - Operator seluler Telkomsel terus berupaya memulihkan infrastruktur telekomunikasi di Sulawesi Tengah ( Donggala, Palu, dan sekitarnya), pasca- gempa dan tsunami pada Jumat (28/9/2018) lalu.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Telkomsel telah memobilisasi genset untuk catuan daya, serta memasang mobile BTS (COMBAT).

Diketahui sebanyak tiga BTS Telkomsel mengalami kerusakan pasca-gempa. Namun fungsi ketiganya untuk sementara ini telah digantikan oleh COMBAT.

"Saat ini (Senin (1/10/2018) layanan komunikasi SMS dan suara sudah normal," kata GM External Corporate Communication Telkomsel, Denny Abidin.

"Sedangkan untuk pemulihan layanan data 4G, kami mengutamakan titik-titik strategis seperti di kantor Gubernur, kantor Walikota, kantor kepolisian, tenda pengungsi Telkom, dan lain-lain," lanjutnya dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno.

Layanan 4G juga diklaim Telkomsel sudah berangsur pulih di beberapa wilayah, seperti di Poso, Donggala, Luwuk, Toli-Toli, Buol, Pasangkayu dan Tondo di Kota Palu.

Adapun cakupan sinyal untuk obyek-obyek penting yang sudah beroperasi adalah sebagai berikut:
 
1. Kantor Gubernur: 2G/3G/4G
2. Polda: 2G/3G/4G
3. Camp pengungsian Telkom: 2G/3G/4G
4. Bandara: 2G/3G/4G
5. Pengungsian di Balaikota: 2G/3G/4G
6. Posko Basarnas: 2G/3G/4G
7. RSUD Bhayangkara: 3G/4G

Saat ini Telkomsel terus berkoordinasi intensif dengan para stakeholder terkait, seperti Telkomsel, PLN, Pertamina, tim SAR, dan lain-lain, agar dapat mengembalikan fungsi jaringan secara optimal.

Adapun hambatan yang dialami Telkomsel menurut pria yang akrab disapa Abe itu adalah terbatasnya catu daya/suplai listrik, terbatasnya suplai bahan bakar untuk genset, serta mobilisasi mobile back-up power (MBP).

Kominfo sendiri menurut Telkomsel mengarahkan agar operator seluler dapat mengembalikan fungsi jaringan secara maksimal, terutama di titik-titik strategis.

Baca juga: Gempa Donggala dan Palu, Ini Lokasi Layanan Telepon dan Internet Gratis


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X