Kematian Gara-gara Selfie Paling Banyak Terjadi di Dua Tempat Ini

Kompas.com - 05/10/2018, 09:41 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

"Jika Anda sekadar berdiri, mengambil foto dengan selebriti atau sesuatu, tentu tidak berbahaya. Tapi jika selfie dilakukan dengan tindakan berisiko, itulah yang menyebabkan selfie menjadi berbahaya," jelas Bansal.

Gara-gara ingin "like"

Bansal juga menyayangkan banyak orang berambisi mengidamkan jepretan selfie yang sempurna demi meraup likes (suka) di platform media sosial. "Saya pikir itu tidak sebanding dengan harga nyawa," imbuhnya.

Bansal memprediksi bahwa masih banyak kasus kematian akibat selfie yang tidak terdokumentasi karena tidak dilaporkan. 

Baca juga: Perilaku Selfie Berlebihan Kini Dikategorikan Sebagai Kelainan Mental

Ia mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan jumlah kasus ini kedepannya adalah dengan memasang larangan selfie di area-area tertentu seperti badan air, puncak gunung dan puncak gedung pencakar langit.

Beberapa negara telah memberlakukan larangan ini, seperti India dan Rusia, Bisa juga dengan menandai tempat (spot) aman buat ber-selfie ria.

Di Indonesia, rencana membuat spot khusus yang aman untuk selfie muncul setelah seorang pendaki tewas tercemplung ke kawah saat berupaya menjepret swafoto pada 2015.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X