Mirip Snapchat, Pengguna Instagram Kini Bisa "Follow" dengan "Nametag" - Kompas.com

Mirip Snapchat, Pengguna Instagram Kini Bisa "Follow" dengan "Nametag"

Kompas.com - 05/10/2018, 10:31 WIB
Instagram punya fitur baru bernama nametag.Instagram Instagram punya fitur baru bernama nametag.

KOMPAS.com - Instagram kembali menjiplak fitur Snapchat untuk kesekian kalinya. Anak layanan Facebook tersebut pkan ini memperkenalkan fitur “nametag” yang fungsinya kurang lebih sama dengan “Snapcode” di Snapchat.

Tujuan nametag adalah mempermudah pengguna saling mengikuti (follow) satu sama lain. Alih-alih mencari username, pengguna cukup memanfaatkan kamera untuk memindai Nametag seseorang.

Nametag itu tak ubahnya kode unik yang dibuat sendiri oleh pengguna, lengkap dengan pilihan warna, emoji, dan selfie. Ketika orang lain memindai nametag tersebut, bakal ada pilihan untuk langsung follow atau melihat profil sang empunya nametag terlebih dahulu.

Baca juga: 50 Juta Akun Facebook Dibobol, Pengguna Instagram Wajib Waspada

Pasca membuat nametag, Anda bisa menyebarnya melalui berbagai platform. Dengan begitu, semakin banyak orang yang mengetahui akun Instagram Anda dan lebih mudah untuk di-follow, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (5/10/2018), dari Instagram Press.

Fitur seperti ini dinamai “Snapcode” di Snapchat dan sudah bertengger sejak beberapa tahun lalu. Belakangan, selain untuk pengguna biasa, Snapcode juga dimanfaatkan untuk para pebisnis dan brand yang memanfaatkan Snapchat.

Sementara itu, Instagram sebelumnya sudah menguji coba fitur ini selama beberapa bulan. Kini nametag resmi hadir di aplikasinya di Android dan iOS. Untuk menjajalnya, pastikan aplikasi Instagram Anda sudah diperbarui ke versi teranyar.

Baca juga: Bayang-bayang Iklan Menghantui Masa Depan Instagram

Selain meresmikan nametag, Instagram kini masih dalam tahap pengujian sebuah fitur untuk memamerkan sekolah atau universitas pengguna di profil, disertai almamater, jurusan, dan deretan aktivitas (ketikutsertaan dalam organisasi atau tim olahraga).

Dari situ, pengguna bisa melihat siapa saja yang terafiliasi dengan sekolah dan universitas masing-masing. Hal ini bisa jadi ajang perjodohan online, tergantung bagaimana masing-masing pengguna meresponnya.

Untuk sementara fitur ini hanya tersedia di Amerika Serikat. Belum jelas kapan bakal diboyong untuk pengguna Tanah Air.



Close Ads X