Industri Startup Fintech Disebut Masih Jauh dari Risiko Krisis

Kompas.com - 14/10/2018, 20:20 WIB
Kepala BKPM Thomas Lembong saat ditemui dalam.acara The Nexticonr International Convention di Kuta, Bali, Sabtu (13/10/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKepala BKPM Thomas Lembong saat ditemui dalam.acara The Nexticonr International Convention di Kuta, Bali, Sabtu (13/10/2018).

KUTA, KOMPAS.com- Industri perusahaan startup, khusunya yang bergerak di sektor financial technology atau fintech, disebut masih jauh dari ancaman risiko sistemis.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan, hal itu membuat investasi terhadap perusahaan startup mesti dibuka lebar.

"Kalau kita liat segede apa pun kita punya unicorn mencapai Rp 10-30 triliun, mereka masih sangat-sangat jauh dari peranan yang namanya sistemis. Masih sangat jauh dari risiko ancaman sistemis," kata Thomas saat menghadiri The NextIcorn International Convention di Kuta, Bali, Sabtu (13/10/2018).

Ia pun menyebut regulasi terhadap perusahaan startup tidak perlu dibuat terlalu ketat. Sebab, perusahaan startup tak punya pengaruh besar ke sistem perekonomian layaknya perusahaan perbankan yang diatur ketat.

Baca juga: Menkominfo Jagokan Startup Fintech sebagai Unicorn Berikutnya

"Kalau misalnya bank yang kolaps kan seluruh sistem bisa kena rush, segede apapun misalnya unicorn kita ada yang tutup kan seluruh ekonomi tidak berdampak yang domino," ujar Thomas.

Ia menambahkan, Pemerintah masih mempunyai prioritas untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan konvensional yang disebutnya belum sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Thomas menegaskan bahwa arus perubahan yang ditandai kemunculan perusahaan-perusahaan startup tetap harus dipersiapkan.

"Menurut saya sih gelombang itu akan datang di mana banyak konsumen kita akan go global misalnya menggunakan jasa keuangan dari mana saja, hari itu akan tiba," ujar Thomas.

Akhir pekan ini, Kemenkominfo menggelar The Nexticorn Intenational Convention di Kuta, Bali, guna mempertemukan startup lokal dengan para calon investor.

Terdapat 88 perusahaan modal ventura dan 70 startup lokal terpilih yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.