Persaingan Smartphone Makin Keras, Samsung Berharap Pada 5G

Kompas.com - 15/10/2018, 14:02 WIB
Logo Samsung Venture BeatLogo Samsung

KUALA LUMPUR,KOMPAS.com - Vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsung, memang masih kokoh menjadi pemimpin industri mobile, setidaknya hingga Kuartal-II 2018 menurut data firma riset IDC.

Namun, sejumlah laporan mencatat adanya penurunan profit Samsung, terutama di wilayah negara berkembang yang kini makin didominasi pemain asal China.

Counterpoint Research, misalnya mencatat laporan penurunan laba Samsung secara year-on-year sebesar 11 persen. Spekulasi yang beredar menyebut lesunya penjualan flagship Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus sebagai penyebab turunnya laba.

Ditengah kompetisi yang semakin sengit dan untuk tetap mengamankan posisi nomor wahid, CEO of Samsung Electronics, DJ Koh pun mengungkapkan rencana strategi Samsung kedepan di industri mobile.

"Kami memiliki roadmap teknologi dalam jangka panjang dan berusaha memahami konsumen kami," jelas DJ Koh saat ditemui KompasTekno dalam wawancara seusai peluncuran Galaxy A9 (2018) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (11/10/2018).

Koh menyadari betul jika kompetisi di industri mobile sangat ketat. Namun Koh menilai peluang baru akan segera hadir dengan inovasi kecerdasan buatan, IoT, machine learning, dan 5G.

"Samsung adalah perusahaan end-to-end solution. (Produk kami) terdiri dari jaringan, chipset, device, solution, dan sebagainya," jelas Koh. Koh optimis bahwa masa depan jaringan seluler generasi kelima alias 5G akan membuka kesempatan baru bagi geliat industri mobile.

Baca juga: DJ Koh Bicara Strategi Samsung di Kerasnya Pasar Ponsel Menengah Asia

Ia pun mengungkapkan jika Samsung tanpa ragu akan menjadi pemimpin perangkat jaringan 5G dan solusinya di masa depan. Sebab hal itu akan berdampak pada IoT yang dikembangkan Samsung.

DJ Koh, President and CEO of IT & Mobile Communication DIvision Smasung ElectronicsSamsung DJ Koh, President and CEO of IT & Mobile Communication DIvision Smasung Electronics

Jadwal pengaktifan 5G

Sejauh ini, jaringan 5G baru diaktifkan di empat wilayah di Amerika Serikat. Koh mengatakan, jaringan 5G akan mulai aktif di markas Samsung, Korea Selatan pada Desember tahun ini yang kemungkinan akan dimulai dengan penyediaan hotspot.

"Secara komersil, pada kuartal pertama akan menyasar Asia, Korea, dan AS. Kuartal kedua di wilayah tertentu di Eropa, Australia, dan beberapa negara lain," papar Koh saat menjelaskan jadwal pengaktifan jaringan 5G.

Selain itu, Koh juga mengklaim akan tetap melakukan inovasi dan mengutamakan perangkat yang terbaik bagi pengguna smartphone Galaxy.

"Seluruh jenis lingkungan baru teknologi ini selalu kami pikirkan dan menyediakan inovasi yang berarti bagi konsumen," jelas Koh.

Baca juga: Melihat Galaxy A7, Smartphone 3 Kamera Belakang Pertama Samsung

Koh juga mengatakan jika salah satu strategi Samsung untuk tetap menjadi pemimpin global adalah dengan menjaga relasi dengan mitranya. Tidak untuk mendominasi, melainkan dengan berbagi solusi.

"Di Industri ini para pemenang akan meraup keuntungan, tapi kami ingin adanya win-win games dengan para mitra," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X