Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pyua, Konsol Bernilai Seni yang Dapat Memainkan "Game" Klasik Nintendo

Kompas.com - 16/10/2018, 08:07 WIB
Bayu Galih

Penulis

KOMPAS.com - Desainer produk dan seniman visual asal Swedia, Love Hulten, menghadirkan konsol klasik ala Nintendo Entertainment System (NES) dalam sebuah karya retro yang menarik.

Tidak hanya hadir dalam wujud fisik ciamik, konsol yang dinamakan Pyua ini juga dapat dimainkan layaknya video game dengan menggunakan cartridge (di Indonesia sering disebut kaset) untuk konsol NES dan Famicom.

Seperti dilansir dari situs pribadinya, Love Hulten menilai bahwa karya ini merupakan wujud cintanya terhadap konsol besutan Nintendo pada periode 1980-an itu.

"Pyua merupakan tribut konseptual dan persembahan terbaik untuk Nintendo," kata Hulten, yang Kompas.com kutip dari situs lovehulten.com, Senin (15/10/2018).

Baca juga: Lanjutkan Nostalgia, Nintendo Bikin Super NES Ukuran Mini

Pyua, konsol yang juga karya seni besutan desainer dan seniman Swedia, Love Hulten, yang dapat digunakan untuk memainkan game NES dan Famicom.
   LOVE HULTEN/lovehulten.com Pyua, konsol yang juga karya seni besutan desainer dan seniman Swedia, Love Hulten, yang dapat digunakan untuk memainkan game NES dan Famicom.
Dari sisi desain, eksterior Pyua menggunakan kayu jenis ash. Namun, Hulten memberikan sentuhan warna putih, serta tulisan Jepang berwarna merah ala Famicom, konsol yang memang hanya diproduksi untuk pasar Jepang.

Hulten menjelaskan, konsol Pyua menggunakan mesin PCB (print circuit board) Nt mini yang dibuat perusahaan Amerika Serikat, Analogue. Mesin PCB itu mampu membaca cartridge NES dan Famicom secara sempurna, lancar dan tanpa lag.

Pyua memiliki dua lubang, yang satu untuk memainkan cartridge NES dan lainnya untuk memainkan cartridge Famicom.

"Penampilannya sempurna, tidak hanya dalam hal frame rate dan kecepatan tetapi juga dalam hal replikasi warna dan suara yang dihasilkan," ucap Hulten.

Pyua, konsol yang juga karya seni besutan desainer dan seniman Swedia, Love Hulten, yang dapat digunakan untuk memainkan game NES dan Famicom.
   LOVE HULTEN/lovehulten.com Pyua, konsol yang juga karya seni besutan desainer dan seniman Swedia, Love Hulten, yang dapat digunakan untuk memainkan game NES dan Famicom.
Sedangkan, untuk menutup cartridge yang dibenamkan secara vertikal, Hulten menggunakan sejenis dome berbahan gelas.  

Hulten pun melengkapi konsol bernilai seni ini dengan controller NES nirkabel atau wireless besutan 8bitdo. Dua controller dan 20 cartridge itu dapat disimpan dalam casing yang terbuat dari kayu.

Seperti apa keunikannya? Anda dapat lihat dalam video di bawah ini:

  

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

HP Android Hilang Kini Bisa Dilacak Tanpa Internet

HP Android Hilang Kini Bisa Dilacak Tanpa Internet

Software
Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Cara Membuat Receiptify Spotify buat Cek Lagu Favorit dengan Daftar Mirip Setruk Belanja

Internet
Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Cara Blur WhatsApp Web di Chrome dengan Privacy Extension for Whatsapp Web

Software
Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Cara Atur Akun Getcontact jadi Anonim biar Tidak Ketahuan jika Cek Nomor Orang Lain

Software
Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Leica Rilis Leitz Phone 3, HP dengan Sensor Kamera 1 Inci

Gadget
OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

OpenAI Pakai Video YouTube untuk Latih GPT-4, Google Beri Peringatan

Internet
DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

DJI Umumkan Drone FPV Avata 2, Harga Rp 7 Jutaan dan Lebih Ringan

Gadget
Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Bolehkah Memotret Gerhana Matahari Total dengan Smartphone, Ini Kata NASA

Gadget
Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com