Dua Tahun Lagi, Komputer Mac Akan Pakai Prosesor iPhone? - Kompas.com
Tiga Alasan Apple Memakai Prosesor iPhone di Laptop MacBook

Dua Tahun Lagi, Komputer Mac Akan Pakai Prosesor iPhone?

Kompas.com - 20/10/2018, 15:54 WIB
Duo Apple MacBook Pro 13 inci dan 15 inci dengan Touch Bar menerima pembaruan berupa hardware lebih bertenaga di pertengahan 2018.Apple Duo Apple MacBook Pro 13 inci dan 15 inci dengan Touch Bar menerima pembaruan berupa hardware lebih bertenaga di pertengahan 2018.

KOMPAS.com - Chip seri A yang biasa tertanam di iPhone dan iPad konon akan terpasang pula di komputer Mac buatan Apple dalam beberapa tahun kedepan.

Kabar ini sebenarnya telah terdengar sejak beberapa tahun lalu. Belakangan, analis industri Ming-Chi Kuo yang dikenal sebagai pembocor ulung soal produk-produk Apple mengulanginya lagi.

Kuo meramal bahwa Apple akan mendepak prosesor Intel dari laptop MacBook sekitar tahun 2020 atau 2021, untuk menggantinya dengan chip berarsitektur ARM. Ada tiga hal yang disebutnya mendasari keputusan terseut.

Pertama, chip mobile sekarang semakin bertenaga dengan pengolah grafis mumpuni, prosesor khusus untuk mengolah kecerdasan buatan, dan inti (core) CPU berjumlah banyak yang bekerja secara bergantian secara dinamis tergantung beban tugas pemrosesan. 

Baca juga: 2018, Apple Siapkan Komputer Mac dan MacBook dengan Chip Khusus?

Alasan kedua, chip seri A yang dibenamkan di iPhone saat ini memiliki kinerja kompetitif, setidaknya untuk ukuran perangkat mobile. 

Dengan mengganti prosesor Intel (arsitektur x86) dengan chip seri A (arsitektur ARM), Apple bisa menekan biaya produksi MacBook dengan lebih menyeragamkan komponen antara lini gadget mobile (iPhone, iPad) dengan MacBook.

Seperti dengan iPhone dan iPad, Apple bisa memiliki kontrol penuh secara end-to-end, mencakup seluruh komponen hardware dan software, terhadap komputer Mac. 

Di samping itu, Apple telah memiliki lisensi arsitektur ARM sehingga bisa bebas merancang CPU sendiri -yang berbasis ARM- berdasarkan kebutuhan.

Itu pula yang selama ini dilakukan oleh Apple di chip seri A yang mengusung CPU custom racikan Apple, belakangan juga GPU hasil bikinan sendiri.  

Baca juga: Permintaan Tinggi, Intel Kekurangan Stok Prosesor

Alasan ketiga, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Register, Sabtu (20/10/2018), Apple bisa mengurangi risiko produksi yang terhambat karena tergantung kepada Intel. Misalnya, ketika baru-baru ini produksi chip Intel dilaporkan seret. 

Beralih lagi?

Kalau memang benar terjadi, mungkin pada awalnya tidak semua model MacBook akan mendapat transisi chip dari Intel ke ARM. Apple boleh jadi akan memulai dengan MacBook 12 inci yang tak terlalu mementingkan kinerja dibanding seri MacBook Pro.

Secara kinerja, prosesor berbasis ARM memang masih jauh tertinggal dibanding prosesor Intel Core untuk desktop dan laptop. Tapi bukan tak mungkin Apple bisa menerapkan optimalisasi untuk mengejar ketertinggalan itu, atau paling tidak memperkecil selisihnya. 

Lalu ada masalah sistem operasi Mac OS yang mesti dibuat agar bisa berjalan di ARM seperti iOS. Namun porting ini sebenarnya juga bisa dilakukan. Bukankah Microsoft juga membuat Windows 10 untuk arsitektur x86 dan ARM? 

NexSTEP, sistem operasi nenek moyang Mac OS, aslinya memang dibuat agar portable dan bisa berjalan di berbagai arsitektur, entah x86, SPARC, atau PA-RISC.

Prosesor Intel sendiri sebenarnya juga hasil peralihan di Mac. Dulu, lini komputer desktop Mac dan laptop MacBook mengandalkan prosesor IBM PowerPC dengan arsitektur RISC. Baru pada 2006 Apple melakukan transisi produk-produk komputernya ke prosesor buatan Intel. 

 



Close Ads X