Sempat Diprotes Berperilaku Buruk, Linus Torvalds Kembali Pimpin Linux

Kompas.com - 24/10/2018, 09:41 WIB
Pendiri Linux, Linus TrovaldsWired Pendiri Linux, Linus Trovalds

KOMPAS.com - Linus Torvalds, pembuat perangkat lunak open source Linux, kembali memimpin perusahaan yang telah ia tinggalkan selama satu bulan. Torvalds terpaksa cuti satu bulan, setelah mendapat kecaman atas perilakunya yang buruk.

Bapak Linux ini dikenal sebagai pribadi yang kasar dan agresif kepada anggota komunitas lainnya. Ia pun menyadari hal itu dan memutuskan untuk menarik diri sejenak dari rutinitas pekerjaan untuk menjernihkan pikiran.

"Saya harus mengubah perilaku saya dan saya meminta maaf kepada mereka yang terluka karena perilaku saya, dan mungkin menjauh dari pengembangan kernel," aku Trovalds saat itu.

"Saya mengambil waktu untuk istirahat dan membutuhkan bantuan tentang bagaimana cara memahami emosi orang-orang dan cara meresponsnya dengan baik," imbuh Torvalds.

Setelah satu bulan, ia pun kembali menakhodai Linux yang saat itu diambil alih Greg Kroah-Hartman untuk tetap melanjutkan pengembangan kernel.

Baca juga: Microsoft Gratiskan 60.000 Paten demi Linux

"Linus, saya memberikan kembali pohon kernel kepadamu. Nikmatilah urusan dengan (software) merge window," kata Kroah-Hartman.

Kembalinya Torvalds sekaligus mengumumkan perilisan versi Linux 4.19. Torvalds dan Kroah-Hartman diketahui sedang menghadiri Open Source Summit yang diselenggarakan di Skotlandia.

Dalam acara ini pula, Trovalds sekaligus memperkenalkan proyek baru Linux Kernel Mailing List (LKML). Kedua eksekutif Linux tersebut menerima dana swadaya dan Linux Foundation untuk mengembangkan kernel dan mengelolan kontributor komunitas.

Dihimpun KompasTekno dari ZD Net, Rabu (24/10/2018), kemunculan Torvalds di publik dalam acara Open Source Summit Europe sebelumnya tidak diagendakan. Ia juga belum menyiapkan pernyataan tentang proyek LKML.

Kode Etik Linux yang telah direvisi juga disetujui olehLinux Foundation. Kode Etik tersebut mengadopsi prinsip Perjanjian Kontributor yang lebih luas dan inklusif yang dibuat oleh Coraline Ada Ehmke.

Torvalds mengatakan bahwa kode etik baru meminta para kontributor memberikan kritik yang membangun dan menerima kritikan tersebut lebih terbuka. Kritik harus disampaikan secara inklusif dan setiap anggota diperkenankan mengungkapkan sudut pandang dan pengalaman yang berbeda atas suatu masalah.

Para anggota juga tidak diperkenankan menggunakan bahasa tidak senonoh atau komentar dengan nada menghina, menyerang personal atau secara politik, dan kekerasan publik maupun privat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X