Seberapa Kencang Internet 4G Plus Smartfren di Palembang? - Kompas.com

Seberapa Kencang Internet 4G Plus Smartfren di Palembang?

Kompas.com - 27/10/2018, 14:14 WIB
Perangkat dan kartu perdana 4G Smartfren.Yoga Hastyadi Widiartanto/KompasTekno Perangkat dan kartu perdana 4G Smartfren.

KOMPAS.com - Sejak mulai berlaih dari CDMA ke 4G LTE (GSM) pada 2015, operator seluler Smartfren giat mendorong pengembangan jaringan seluler tersebut hingga kini diklaim telah tersedia di lebih dari 200 kota di Indonesia.

Selain itu, di kota-kota besar utama (ibukota propinsi), Smartfren turut menggelar jaringan 4G Plus yang disebut lebih stabil dengan kencang dengan dukungan fitur-fitur seperti Carrier Agregation (CA), Multiple Input Multiple Output (MIMO), hingga Quadrature Amplitude Modulation (QAM).

Sekencang apa jaringan 4G Plus Smartfren? Berbekal aplikasi nPerf, KompasTekno coba menjajalnya di sejumlah lokasi di Palembang, Sumatera Selatan, salah satu kota yang mendapat layanan 4G Plus dari sang operator.

Di sejumlah lokasi, perangkat yang digunakan (smartphone Galaxy A8 Plus) tersambung ke jaringan 4G Plus Smartfren yang ditandai dengan simbol “4G+” di samping indikator penerimaan sinyal ponsel.

Kecepatan yang diraih berbeda-beda, tergantung lokasi perangkat. Angka tertinggi (peak) yang didapat KompasTekno adalah downlink 86,84 Mbps dan uplink 14,06 Mbps di daerah Jakabaring, dekat arena Bowling Center yang menjadi salah satu venue Asian Games 2018 lalu.

Area Jakabaring ini memang sekaligus menjadi lokasi gerai Smartfren di kota Palembang, sehingga tidak mengherankan apabila ponsel bisa mencatat kecepatan transfer 4G Plus sangat tinggi.

Di daerah lain di Kota Palembang, kecepatan yang diraih tidak setinggi di Jakabaring, meski dalam kebanyakan waktu masih terbilang cukup tinggi di kisaran belasan Mbps untuk download.

Ketika KompasTekno melintasi Jembatan Ampera misalnya, hasil pengujian nPerf menunjukkan kecepatan download puncak sebesar 17,02 MBps (rata-rata 11,55 Mbps) dan upload sebesar 4,89 Mbps (rata-rata 3,33 Mbps).

Screenshot sebagian hasil uji nPerf yang dilakukan KompasTekno terhadap jaringan 4G Plus Smarfren di Palembang. Puncak kecepatan diperoleh di dekat Gerai Smartfren di area Jakabaring. Di luar itu, kecepatannya lebih rendah. Kadang jaringan 4G Plus masih turun ke 4G. KOMPAS.com/ OIK YUSUF Screenshot sebagian hasil uji nPerf yang dilakukan KompasTekno terhadap jaringan 4G Plus Smarfren di Palembang. Puncak kecepatan diperoleh di dekat Gerai Smartfren di area Jakabaring. Di luar itu, kecepatannya lebih rendah. Kadang jaringan 4G Plus masih turun ke 4G.

Di beberapa daerah lain, teknologi jaringan masih mengalami penurunan dari 4G Plus menjadi 4G. Ada juga beberapa tempat yang mencatat kecepatan rendah di kisaran 1 Mbps.

Namun, secara keseluruhan saat berkeliling kota Palembang, KompasTekno selalu mendapat sinyal 4G Smartfren dan tak mengalami masalah tersambung ke internet.

Masih ada tiitik lemah

Vice President Technology Reltions and Special project Smarfren Munir Syahda Prabowo menuturkan bahwa Smartfren sebenarnya telah mengimplementasikan teknologi 4G Plus di Palembang sejak mulai menggelar jaringan 4G di kota tersebut pada 2015.

Hanya saja, ketika itu cakupan layanan 4G Plus masih sangat kecil sehingga belum digembar-gemborkan oleh sang operator. Tahun ini, jangkauan 4G Plus di kota-kota besar telah mulai meluas sehingga mulai dikedepankan oleh Smartfren.

Di Palembang, Smartfren mengklaim sekitar 70 persen jaringannya sudah berbasis 4G Plus, sisanya 4G. Menjelang akhir 2018, Smartfren menargetkan cakupan 4G Plus di Palembang sudah mencapai 100 persen.

Munir mengakui, di beberapa area di Kota Palembang, sinyal jaringan 4G dan 4G Plus di memang masih lemah sehingga pelanggan di area yang bersangkutan mungkin mengalami penurunan kecepatan.

Peta layanana 4G Plus Smartfren di Palembang. Beberapa area masih mengalami lemah sinyal, ditandai dengan warna kuning dan merah. Cakupan 4G Plus Smartfren di Palembang kini baru 70 persen dari keseluruhan jaringan 4G. Pada akhir 2018, cakupan 4G Plus ditargetkan sudah mencapai 100 perse. KOMPAS.com/ OIK YUSUF Peta layanana 4G Plus Smartfren di Palembang. Beberapa area masih mengalami lemah sinyal, ditandai dengan warna kuning dan merah. Cakupan 4G Plus Smartfren di Palembang kini baru 70 persen dari keseluruhan jaringan 4G. Pada akhir 2018, cakupan 4G Plus ditargetkan sudah mencapai 100 perse.

“Memang, kami juga mengakui, namanya layanan pasti ada juga titik lemahnya. Tapi kami selalu berusaha meningkatkan,” ujar Munir ketika berbicara dalam acara 4G Plus Network Experience Smartfren di Palembang, Kamis (25/10/2018).

Selain kertersediaan jaringan, bisa atau tidaknya pelanggan menikmati layanan 4G Plus dari Smartfren maupun operator lain juga ditentukan oleh handset yang digunakan. Teknologi 4G Plus, menurut Munir, mensyaratkan handset dengan dukungan LTE Category (Cat.) 9 ke atas.

Ini karena hanya handset dengan support Cat.9 atau lebih tinggilah yang bisa mendukung fitur-fitur peningkatan kecepatan dari jaringan 4G Plus. Perangkat Galaxy A8 Plus yang digunakan oleh KompasTekno untuk mengukur kecepatan jaringan Smartfren di Palembang memiliki dukungan LTE cat.11.

Untuk perangkat yang belum mendukung LTE cat.9, Munir mengatakan penggunanya mungkin tidak akan merasakan peningkatan kecepatan, tapi dia mengklaim speed yang diperoleh bakal lebih stabil di jaringan Smartfren yang sudah menerapkan teknologi 4G Plus.

“4G Plus” atau “4G+” sendiri merupakan istilah marketing yang dipilih Smartfren untuk memasarkan jaringan 4G LTE berkecepatan tinggi besutannya. Operator-operator lain ada yang memakai istilah berbeda seperti “4GX”, “4,5G”, “LTE+”, atau “4G LTE Ultra”. Kesemuanya mengacu pada teknologi jaringan yang sama.

“Smartfren memutuskan untuk memilih istilah ‘4G Plus’, bukan angka seperti ‘4,5G’ karena tidak ingin membingungkan konsumen dengan jaringan 5G nanti. Peningkatan teknologi jaringan seperti itu bukan sesuatu yang bisa dikuantifikasi dengan simple,” pungkas Munir.



Close Ads X