Dompet Digital Tokopedia Diganti, dari TokoCash Jadi Ovo

Kompas.com - 04/11/2018, 15:06 WIB
TokoCash berganti OVO TokopediaTokoCash berganti OVO

KOMPAS.com - Platform pembayaran digital Ovo milik Lippo Group resmi bekerja sama dengan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia.

Salah satu produk kemitraannya adalah sistem pembayaran Ovo yang kini menggantikan TokoCash sebagai dompet digital Tokopedia.

Ovo di Tokopedia terbagi menjadi dua bagian, yakni Ovo Cash dan Ovo Points. Ovo Cash adalah uang elektronik yang bisa digunakan untuk transaksi di Tokopedia. Ovo Points adalah poin yang diperoleh pengguna tiap mendapat cashback dari transaksi di Tokopedia.

Dengan demikian, pembeli di Tokopedia kini bisa menggunakan Ovo Cash sebagai metode pembayaran untuk setiap pembelian. Para pelanggan Tokopedia pun diminta untuk segera mengaktifkan Ovo di laman akun Tokopedianya.

Jika belum memiliki aplikasi Ovo bisa mengunduhnya di Google Play Store bagi platform Android di tautan ini dan Apple Apps Store di tautan ini untuk pengguna iOS.

Apabila nomor ponsel pengguna yang terdaftar di Tokopedia sebelumnya juga sudah terdaftar di layanan Ovo, pengguna bisa langsung memasukkan kode verifikasi (OTP) yang dikirimkan melalui SMS.

Baca juga: Saingi Go-Pay, Ovo Bakal Bisa Dipakai Transaksi di Warung

Namun, jika nomor ponsel yang terdaftar di Tokopedia belum terdaftar di Ovo, pengguna akan diminta untuk lebih dulu membuat akun Ovo baru atau mengubah nomor ponsel yang terdaftar di Tokopedia menjadi nomor yang terdaftar di OVO.

Jika akun Ovo telah aktif di Tokopedia, maka semua saldo pengguna di TokoCash akan ditransfer ke Ovo Cash. Pengisan saldo (top-up) Ovo Cash bisa dilakukan lewat widget Ovo di dalam bagian widget Tagihan di laman beranda Tokopedia.

Pengguna juga bisa mengumpulkan cashback dari Promo Tokopedia ke Ovo Points dan melakukan transaksi menggunakan Ovo Cash di berbagai gerai rekanan Ovo.

Selengkapnya, cara aktivasi Ovo di Tokopedia dapat dilihat di tautan berikut.

Tiga pilar Ovo

Dari keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Minggu (4/11/2018), kerja sama dengan Tokopedia merupakan bagian dari strategi tiga pilar Ovo untuk mempromosikan pembayaran digital di Indonesia.

"Bekerja sama dengan para mitra merupakan cara paling efisien untuk menghadirkan semakin banyak tempat dimana konsumen dapat go cashless,"  jelas Harianto Gunawan, Director of Enterprise Payments Ovo.

"Setiap mitra yang bekerja sama dengan kami, membawa kami lebih dekat kepada tujuan kami untuk menjadikan pembayaran digital tersedia bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja," imbuhnya.

Tiga pilar yang dimaksud adalah melalui toko ritel (mal, warung, toko kelontong, dan lainnya), layanan online-to-offline (O2O) melalui kemitraan dengan Grab, dan melalui e-commerce.

Kemitraan bersama Tokopedia akan menambahkan 80 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia ke dalam 60 juta basis pengguna OVO.

"Kemitraan ini membawa kami satu langkah lebih dekat dengan misi kami mencapai pemerataan ekonomi secara digital," jelas Melissa Siska Juminto, COO Tokopedia.

Melissa mengatakan bahwa kemitraan ini akan menambah lebih dari 4 juta mitra pedagang Tokopedia ke dalam jaringan merchant terdepan yang meliputi mal, warung, serta mitra GrabFood dan agen Kudo.

Sebelum akhirnya berganti ke Ovo Cash, dompet digital TokoCash sempat dibekukan oleh Bank Indonesia sejak September 2017 karena belum memiliki lisensi e-money. Sementara itu, Ovo adalah layanan dompet digital yang sudah mengantongi lisensi terkait.

Baca juga: Bukalapak Hadirkan Opsi Baru Pembayaran Melalui Buka Dana

E-commerce lain, Bukalapak, sedang mengusahakan lisensi untuk dompet digital BukaDompet yang juga dibekukan BI sejak setahun ke belakang. Bukalapak belakangan menggandeng Dana yang sudah memiliki lisensi sebagai salah satu mitra pembayaran di layanannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X