TechTrip #1, Merasakan Budaya Teknologi Sambil Kuliner di Seoul - Kompas.com

TechTrip #1, Merasakan Budaya Teknologi Sambil Kuliner di Seoul

Kompas.com - 06/11/2018, 20:40 WIB
Memakai Hanbok sambil berkeliling Insadong, Seoul, Korea Selatan. Lulu Cinantya/kompas.com Memakai Hanbok sambil berkeliling Insadong, Seoul, Korea Selatan.

SEOUL, KOMPAS.com - Seoul dikenal sebagai “the most wired city in the world” (kota paling terkoneksi di dunia). Inovasi teknologi kerap muncul pertama kali di ibu kota Korea Selatan tersebut. 

Beberapa perusahaan teknologi kawakan pun lahir di sana, salah satunya Samsung yang menjadi produsen smartphone nomor wahid di kancah global. 

Hal ini yang mendasari KompasTekno memilih Seoul untuk menyelenggarakan episode perdana program “Kompas.com TechTrip” selama enam hari pada akhir Oktober lalu. 

"Kompas.com TechTrip" merupakan program melancong sekaligus merasakan budaya teknologi di berbagai belahan dunia. Tentu saja jika judulnya “melancong” akan selalu akrab pula dengan kuliner dan hiburan lokal. 

Memanfaatkan wahana di salah satu kafe VR di Seoul.Lulu Cinantya/kompas.com Memanfaatkan wahana di salah satu kafe VR di Seoul.

Di Seoul, tim KompasTekno sempat berkunjung ke “VR Hit”, yakni salah satu wahana teknologi realitas virtual yang berjamuran di berbagai sudut kota. 

Pengunjung diberikan pengalaman berada di wahana bermain yang luas nan berbahaya, padahal sejatinya hanya berada di ruang tertutup yang tak begitu besar. 

Teknologi VR pada praktiknya memang banyak dimanfaatkan untuk dunia gaming, meski juga bisa untuk kebutuhan edukasi. Misalnya saja memberikan pengalaman seakan berada di situs bersejarah atau museum, hanya melalui sebuah headset. 

Mengunjungi Trickeye Museum yang dilengkapi teknologi AR.Lulu Cinantya/kompas.com Mengunjungi Trickeye Museum yang dilengkapi teknologi AR.

Selain mengunjungi kafe VR, tim KompasTekno juga bertandang ke “Trickeye Museum” yang dilengkapi teknologi Augmented Reality (AR). Penggabungan Trickeye dan AR ini pertama kali diterapkan di Seoul. 

Sama seperti VR, AR pun dipandang sebagai masa depan teknologi untuk membantu kehidupan masyarakat modern di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga budaya. 

Dibuatkan kopi oleh robot di Seoul.Lulu Cinantya/kompas.com Dibuatkan kopi oleh robot di Seoul.

Kecanggihan lain yang membuat tim KompasTekno takjub adalah dibikinkan kopi oleh robot. Salah satu stereotipe masyarakat Korea Selatan adalah disiplin dan tak sabar menunggu. 

Karenanya, kecepatan merupakan harga mati. Beberapa kafe robot dibuat untuk memberikan pelayanan tepat waktu dan terstandardisasi, sehingga mereduksi keluhan masyarakat. 

Bertandang ke smarthome orang Indonesia yang tinggal di Seoul.Lulu Cinantya/kompas.com Bertandang ke smarthome orang Indonesia yang tinggal di Seoul.

Kami juga mengunjungi apartemen milik orang Indonesia yang berkarir di dunia hiburan Korea Selatan, Yannie Kim. Apartemennya sudah terhubung dengan sistem smarthome, sehingga diklaim lebih aman dan efisien. 

Mematikan listrik dan gas kompor, menjaga sirkulasi udara bersih, merekam jejak pengeluaran listrik, memantau waktu parkir, memanggil lift, semuanya bisa dilakukan secara praktis berkat sistem terhubung. 

“Ini sudah biasa di Seoul, sepertinya 80 persen hunian di sini sudah pakai sistem seperti ini,” kata Yannie Kim kepada KompasTekno. 

Mengunjungi Mangga Dua-nya Seoul.Lulu Cinantya/kompas.com Mengunjungi Mangga Dua-nya Seoul.

Satu lagi highlight dari TechTrip kali ini, yaitu ketika bertandang ke Yongsan Electronic Market. Untuk menggambarkannya, bayangkan kawasan ritel Mangga Dua, namun sekitar tiga kali lebih besar. 

Yongsan Electronic Market terdiri dari sekitar 20 bangunan yang semuanya menjual barang elektronik berbagai jenis, baik baru maupun bekas. Bagi para tech-savvy, tempat ini bisa dibilang surga sebab tak jarang yang harganya lebih murah ketimbang di Indonesia. 

Menikmati makanan khas Korea Selatan yang dinamakan Dakgalbi atau iga ayam.Lulu Cinantya/kompas.com Menikmati makanan khas Korea Selatan yang dinamakan Dakgalbi atau iga ayam.

Untuk menyaksikan lebih lengkap program TechTrip di Seoul, mulai dari “mabuk” iga ayam hingga memakan gurita mentah yang setengah hidup, saksikan di video perjalanan berikut ini. 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X