Membatasi Pemakaian Media Sosial Ternyata Bisa Kurangi Rasa Kesepian

Kompas.com - 13/11/2018, 12:20 WIB
Ilustrasi smartphone ShutterstockIlustrasi smartphone

KOMPAS.com - Terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial membuat seseorang lebih rentan kesepian. Hipotesis ini sudah lama menjadi pembicaraan netizen, tetapi belum ada studi mendalam yang membuktikannya.

Hingga akhirnya, laporan dari University of Pennsylvania memvalidasi asumsi tersebut lewat sebuah penelitian berjudul No More FOMO: Limiting Social Media Decreases Loneliness and Depression.

Temuannya, meninggalkan media sosial sejenak ternyata bisa mengurangi rasa kesepian dan depresi

Ada 143 peserta dari kalangan mahasiswa yang diteliti selama tiga minggu dalam rangkaian studi ini. “Kami melakukan studi yang jauh lebih komprehensif dan teliti, yang juga valid secara ekologi,” kata kepala tim peneliti, Melissa G. Hunt.

Baca juga: Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia

Setiap peserta mula-mula diminta mengisi survey panjang yang menjelaskan suasana hati (mood) dan kepuasan diri (well-being). Mereka juga diminta menyetor screenshot data baterai untuk mengetahui durasi penggunaan media sosial sehari-hari.

Secara acak, peserta juga diberikan dua eksperimen. Pertama, peserta dibentuk dalam satu kelompok yang dibebaskan untuk mengakses media sosial sesuka hati.

Kedua, peserta dibentuk dalam satu kelompok yang akses media sosialnya dibatasi 10 menit untuk masing-masing Facebook, Instagram, dan Snapchat. Dari situ diamati pola perilaku peserta dalam lingkungan sosial nyata pada eksperimen pertama dan kedua.

Selanjutnya, selama tiga pekan para peserta secara berkala menyetor screenshot data baterai untuk melihat pola penggunaan media sosial. Di saat bersamaan, peneliti juga terus mengamati pola perilaku, mood, dan tingkat well-being para peserta.

Baca juga: Facebook dan Instagram Rilis Pengatur Waktu Main Media Sosial

Seperti dirangkum KompasTekno dari CNBC, Selasa (13/11/2018), data-data tersebut akhirnya merujuk kepada hasil yang bulat.

Ada tujuh indikator yang muncul sebagai akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, antara lain takut ditinggalkan (fear of missing out, FOMO), kecemasan (anxiety), depresi (depression), dan kesepian (loneliness).

Halaman:


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X